Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Iran-Israel Saling Serang, Rusia-AS Di Ambang Perang
Politik Dunia Makin Membara
Minggu, 3 November 2024 08:00 WIB
Sebelumnya
Berdasarkan laporan media internasional, Teheran disebut akan melancarkan serangan dalam beberapa hari ke depan, atau sebelum Pemilu Presiden Amerika Serikat digelar pada 5 November mendatang.
Di tengah kondisi Timur Tengah yang lagi panas, hubungan Rusia dan AS juga dikabarkan makin tegang. Ketegangan kedua negara adidaya itu dipicu niatan Korea Utara (Korut) mengirimkan tentaranya ke Rusia untuk membantu perang melawan Ukraina.
Sebelumnya, badan mata-mata Korea Selatan (Korsel) melaporkan bahwa Korut telah mengirimkan ribuan tentaranya, termasuk pasukan khusus elite, ke Rusia. Setidaknya, ada 10.000 tentara Korut saat ini sedang berlatih di wilayah Rusia.
Baca juga : Yuke Yurike: Jagoan Kami Potensial Merebut Posisi Teratas
Wakil Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Robert Wood angkat bicara mengenai aksi tersebut. Dia pun mengancam, tentara Korea Utara bakal pulang dalam kantong mayat jika nekat membantu Rusia.
“Jadi saya akan menyarankan kepada Ketua Kim (Jong Un) untuk berpikir dua kali soal terlibat dalam perilaku sembrono dan berbahaya seperti itu,” ujar Wood di hadapan Dewan Keamanan PBB, Rabu (30/10/2024).
Di lokasi yang sama, Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mempertanyakan mengapa Korut yang jadi sekutunya tidak dapat membantu Moskow. Mengingat, negara-negara Barat merasa berhak untuk membantu Kyiv.
Baca juga : Abdul Aziz: Kami Bekerja Lebih Keras Dan Lebih Cerdas
Bahkan, menurut Nebenzia, semua negara barat menilai Rusia melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB dan Piagam PBB dengan mengerahkan pasukan dari Korut untuk membantu Moskow.
“Mengapa Amerika Serikat dan sekutunya mencoba memaksakan logika yang salah kepada semua orang, bahwa mereka berhak membantu rezim Zelensky. Sementara sekutu Rusia tidak berhak melakukan hal yang sama,” kata Nebenzia.
Diketahui, sampai saat ini Rusia belum juga selesai berperang melawan Ukraina. Terhitung, konflik kedua negara tersebut sudah memasuki hari ke-984 sejak pecah pada Februari 2022.
Baca juga : BGS Luncurkan Skrining Gratis
Teranyar, Menteri Luar Negeri Korut, Choe Son Hui, mengatakan negaranya berjanji akan terus mendukung Rusia melawan Ukraina termasuk menyiapkan persenjataan nuklir. Hal itu disampaikan setelah berunding dengan mitranya dari Rusia, Sergei Lavrov.
“Kami akan selalu mendukung kawan-kawan Rusia kami hingga hari kemenangan,” tegas Choe di Moskow, dikutip dari ABC News, Sabtu (2/11/2024).
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu, 3 November 2024 dengan judul Iran-Israel Saling Serang, Rusia-AS Di Ambang Perang, Politik Dunia Makin Membara
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya