Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Paman Sam Suka Seenaknya
Ilmuwan dan Petinggi Iran Diimbau Tak Kunjungi AS
Rabu, 11 Desember 2019 13:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Iran mengeluarkan travel advisory kepada warganya untuk tidak berpergian ke Amerika Serikat. Imbauan peringatan perjalanan ini dikhususkan pada ilmuwan dan pejabat pemerintahan dan daerah Iran. Alasannya, AS dinilai suka seenaknya menahan warga Iran, khususnya ilmuwan dan pejabat pemerintah, karena dianggap 'mencurigakan.'
Imbauan ini dikeluarkan Iran usai penukaran tahanan antara AS dan Iran pekan lalu. Seorang warga Iran Massoud Soleimani berhasil dibarter dengan seorang warga AS. Soleimani adalah seorang ilmuwan yang ditahan AS dengan alasan mata-mata.
Baca juga : Pelindo I Kembangkan Pelabuhan Kuala Tanjung
Menurut Fars, Soleimani ditangkap saat tiba di AS pada 2018 setelah diundang untuk ambil bagian dalam program penelitian di Mayo Clinic di Minnesota. Tidak mau mengulangi kesalahan serupa, Teheran pun menyarankan warganya untuk berhati-hati jika memang harus mengunjungi Paman Sam.
"Warga Iran, khususnya para elite dan ilmuwan, diminta untuk secara serius menghindari perjalanan ke AS, sekalipun untuk ambil bagian dalam konferensi ilmiah jika mendapat undangan," bunyi travel advisory di situs Kemlu Iran dikutip The National, Rabu (11/12).
Baca juga : Urusan Celana Cingkrang Anggap Saja Tutup Buku
Kemlu Iran menjelaskan bahwa travel advisory tersebut dirilis karena AS memiliki UU yang kejam dan sepihak terhadap Teheran. Puluhan warga Iran lainnya masih ditahan di penjara-penjara AS, banyak dari mereka ditangkap karena dituduh melanggar sanksi. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya