Dark/Light Mode

Dari China Ke Amerika, Prabowo Rangkul Dua Raksasa Dunia

Senin, 11 November 2024 08:20 WIB
Presiden Prabowo Subianto memberi hormat saat akan bertolak menuju Washington DC, Amerika Serikat, di Bandara Internasional Capital, Beijing, China, Minggu (10/11/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Desca Lidya Natalia/tom)
Presiden Prabowo Subianto memberi hormat saat akan bertolak menuju Washington DC, Amerika Serikat, di Bandara Internasional Capital, Beijing, China, Minggu (10/11/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Desca Lidya Natalia/tom)

 Sebelumnya 
Sementara itu, pengamat politik dari Akar Rumput Strategic Cunsulting, Dimas Oky Nugroho menegaskan, kunjungan Prabowo ke China dan AS menunjukkan visi dan komitmennya terkait politik luar negeri RI yang bebas aktif. Prabowo membangun relasi dan komunikasi yang produktif dengan berbagai kutub-kutub ekonomi-politik global yang relevan, khususnya dalam hal ini AS dan Tiongkok.

“Tentunya pertemuan ini membawa misi untuk mengawal kepentingan nasional RI serta mendorong berbagai ker ja sama strategis dengan kedua negara besar tersebut,” kata Dimas kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Selain itu, dengan berkunjung ke dua negara great power ini, Prabowo juga ingin menunjukkan penerimaan dan positioning penting Indonesia. “Sekaligus kepemimpinan Presiden Prabowo sendiri, di antara konstalasi kekuatan politik global,” tegasnya.

Baca juga : Ketua KPU RI, Mochammad Afifuddin. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

Senada disampaikan pengamat hubungan internasional dari Universitas Padjajaran Teuku Rezasyah. Menurut dia, China dan Amerika adalah dua kekuatan besar di dunia. Kunjungan Prabowo ke China dan Amerika menunjukkan keseriusan Indonesia ingin berkerja sama dengan dua kekuatan besar tersebut sekaligus menempatkan diri di tengah persaingan antara China dan Amerika.

Rezasyah menilai, China memiliki peranan sangat penting dalam geopolitik, geoekonomi, dan sosial budaya. Dengan posisinya yang semakin kuat, China diperkirakan akan memainkan peran besar dalam penyelesaian berbagai krisis dunia.

Menurut Rezasyah, Prabowo memilih China sebagai negara pertama yang dikunjungi lantaran kemitraan strategis komprehensif Indonesia-China telah terjalin selama sepuluh tahun, lebih lama dibandingkan dengan kemitraan Indonesia-AS yang baru berjalan dua tahun. Nilai investasi China di Indonesia pun begitu.

Baca juga : Universitas OSO Bertekad Wujudkan Indonesia Emas

“Di tingkat kawasan, hubungan Indonesia dengan China memiliki persinggungan luas di Asia Tenggara, kawasan Indo-Pasifik, bahkan di tataran global,” kata Rezasyah, kepada Rakyat Merdeka, Minggu (10/11/2024).

Rezasyah menambahkan, Indonesia perlu merangkul kedua kekuatan dunia ini dan sekaligus mengelola posisi agar tetap berada di tengah. Usaha ini tentu tidak mudah.

Karena itu, selain berkunjung ke China, Prabowo juga melakukan lawatan ke Amerika. Hal ini untuk mengelola posisi agar Indonesia tetap berada di tengah. Termasuk dengan menghadiri forum-forum internasional seperti APEC dan G20.

Baca juga : Menteri Fadli Zon Pulihkan Artefak Sejarah Indonesia

“Dengan bergabungnya Indonesia di BRICS, posisi Indonesia semakin kuat di tengah blok ekonomi yang sering dikritik AS dan sekutunya sebagai kekuatan tandingan,” ujarnya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin, 11 November 2024 dengan judul Dari China Ke Amerika, Prabowo Rangkul Dua Raksasa Dunia

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.