Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Wamenlu di Sidang Darurat PBB Bahas Gaza: Stop Kirim Senjata untuk Israel!
Jumat, 6 Desember 2024 15:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Arrmanatha Nasir, mengikuti Sidang Darurat Majelis Umum PBB (ESS-10), Rabu (4/11/2024). Sidang tersebut membahas tindakan ilegal Israel di wilayah Palestina. Pada sidang itu, Arrmanatha menyerukan agar negara-negara berhenti mengirimkan senjata bagi Israel yang digunakan untuk menyerang Gaza.
Arrmanatha juga menyerukan pernyataan tajam tentang standar ganda, yang menghambat penyelesaian konflik Palestina-Israel. "Standar ganda yang dipertontonkan di Gaza saat ini merusak sistem multilateral," ujarnya, dalam keterangan yang diterima RM.id, Jumat (6/12/2024).
Dia menegaskan, sejak 7 Oktober 2023, konflik Gaza telah merenggut sebanyak 44.532 jiwa. Mayoritas di antaranya perempuan dan anak. Jumlah korban ini bahkan melampaui populasi di 7 negara anggota PBB.
Baca juga : Di KTT OKI, Anis Matta Desak Barat Stop Kerja Sama Dengan Israel
"Jika pembunuhan ribuan orang tak berdosa ini tidak dianggap sebagai genosida, lalu apa sebutan yang pantas?" ujar Arrmanatha, menyerukan perhatian dunia pada krisis kemanusiaan ini.
Di masa yang sama, sebanyak 8 rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB yang bertujuan untuk menghentikan kekerasan di Gaza kandas akibat penggunaan hak veto. Dari empat resolusi yang berhasil disahkan DK PBB, tak satu pun dijalankan secara efektif.
Di luar itu, berbagai produk hukum dari Mahkamah Internasional dan Mahkamah Pidana Internasional yang menuntut akuntabilitas dan penghentian kejahatan kemanusiaan juga tidak ada yang dipatuhi. Menurut Arrmanatha, standar ganda ini seolah memberikan "lampu hijau" kepada Israel untuk melanjutkan kekerasan terhadap rakyat Palestina dan mencederai tatanan hukum internasional.
Baca juga : Waka MPR Eddy Minta PBB Adakan Sidang Darurat Untuk Berikan Sanksi Ke Israel
Arrmanatha mengajak negara-negara dunia mulai mengambil langkah konkret, melalui penghentian pengiriman senjata ke Israel, implementasi Resolusi Dewan Keamanan PBB dan putusan Mahkamah Internasional secara efektif, juga perbaikan atas kondisi kemanusiaan di Gaza melalui bantuan internasional.
Indonesia juga menyesalkan langkah Israel yang terus menghambat masuknya bantuan internasional ke Gaza, dan meningkatnya upaya mendiskreditkan United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA).
"Kami turut merasa kehilangan atas gugurnya 333 pekerja kemanusiaan, termasuk 249 staf UNRWA, saat membantu warga Gaza. Mereka adalah harapan terakhir bagi keberlangsungan hidup rakyat Gaza," ujar Arrmanatha.
Baca juga : Gelar Seminar, MAKSI Bareng BPDPKS Bahas Manfaat Virgin Palm Oil untuk Kesehatan
Indonesia meyakini, solusi dua negara adalah jalan satu-satunya menuju perdamaian yang berkelanjutan antara Palestina dan Israel. "Saatnya dunia berpihak pada keadilan dan kemanusiaan, bukan pada kekerasan," tegasnya, sambil mendesak semua negara untuk segera mengakui kemerdekaan Palestina tanpa syarat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya