Dark/Light Mode

Kebijakan Perselisihan Agama di Asia Kontemporer

Senin, 9 Desember 2024 14:41 WIB
Dr. Mohammad Reza Ebrahimi (tengah)
Dr. Mohammad Reza Ebrahimi (tengah)

 Sebelumnya 
6. Peran Iran dalam Perkembangan Kelompok minoritas dan Peran Rezim Zionis dalam krisis Timur Tengah dan Ancaman terhadap Perdamaian Dunia

Meskipun Iran selalu berusaha menciptakan ruang yang aman dan menguntungkan bagi pertumbuhan dan perkembangan minoritas agama dan etnis di wilayahnya, rezim Zionis telah memicu krisis besar di Timur Tengah dan mengancam perdamaian dunia dengan menduduki tanah Palestina dan tindakan kekerasan. Kedua pendekatan yang berlawanan ini mewakili dua jalur berbeda di hadapan HAM dan perdamaian dunia.

6.1 Iran: Model Hidup Berdampingan secara Damai (toleransi) dalam Konteks Tantangan

Baca juga : Majukan Ekraf Diperlukan Sinergi Antar Kementerian

Iran, sebuah negara dengan keragaman etnis dan agama yang kaya, selalu berusaha menghadirkan model hidup berdampingan secara damai (toleransi) dengan menghormati hak-hak kelompok minoritas.

Konstitusi Republik Islam Iran secara eksplisit mengakui hak-hak minoritas agama dan memberi mereka kebebasan untuk melakukan upacara keagamaan, pendidikan, dan mengikuti hukum syariat mereka sendiri.

Zoroaster, Yahudi, dan Kristen sebagai minoritas agama resmi di Iran, memiliki perwakilan di Parlemen Iran (Majlis-e Syuro-ye Eslami) dan berpartisipasi dalam arena politik negara. Perwakilan-perwakilan ini dipilih secara langsung oleh para anggota kelompok minoritas dan mempunyai peran dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan urusan negara serta dalam memenuhi tuntutan dan kebutuhan komunitas atau masyarakat mereka.

Baca juga : PKB: Kementerian Agama Bukan Tempat Cari Proyek

Perlindungan terhadap kelompok minoritas di Iran tidak hanya terbatas pada undang-undang. Pemerintah berupaya melestarikan dan menghidupkan kembali budaya dan identitas kelompok tersebut dengan mengalokasikan dana untuk rekonstruksi tempat keagamaan kelompok minoritas, mengadakan festival dan program kebudayaan, serta mengizinkan pendirian sekolah khusus dan lembaga pendidikan bagi mereka.

Dukungan tersebut diberikan dalam bentuk berbagai program seperti pengembangan daerah tertinggal kelompok minoritas, penyediaan fasilitas lapangan kerja dan pendidikan untuk mereka, serta dukungan terhadap seniman dan elite atau tokoh minoritas.

Misalnya, Universitas Agama dan Madzhab di Qom didirikan dengan tujuan untuk mengajar dan meneliti di bidang berbagai agama dan madzhab serta mendorong dialog antar agama. Mahasiswa dari minoritas agama juga belajar di sana.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.