Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tragedi Pesawat Jeju Air Uji Presiden Sementara Korsel Yang Baru 48 Jam
Minggu, 29 Desember 2024 17:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketika Presiden sementara Korea Selatan Choi Sang Mok tiba di lokasi kecelakaan pesawat paling mematikan di negeri itu, Minggu (29/12/2024), ia baru bertugas kurang dari 48 jam. Choi, Wakil Perdana (PM) dan Menteri Keuangan negara itu, menjadi pemimpin sementara pada Jumat malam setelah pemakzulan PM Han Duck Soo, yang telah menjadi pelaksana tugas presiden sejak Presiden Yoon Suk Yeol dimakzulkan 14 Desember lalu, menyusul darurat militer singkat yang ia deklarasikan.
Choi menunjukkan kesigapan sebagai orang nomor satu di Negeri Ginseng itu, meski kondisi perpolitikan tengah gonjang-ganjing. Choi tiba di lokasi beberapa jam setelah insiden, di Bandara Internasional Muan, 288 kilometer sebelah barat daya Seoul.
Choi juga segera rapat koordinasi dan menetapkan Muan sebagai zona bencana khusus. Karena kawasan itu memenuhi syarat untuk mendapatkan dukungan negara setelah kecelakaan pesawat mematikan. Ia juga segera memerintahkan penyelidikan secara menyeluruh penyebab kecelakaan tersebut.
"Pemerintah turut berduka untuk keluarga yang ditinggalkan dan akan melakukan yang terbaik untuk membantu dan mencegah terulangnya kecelakaan ini," katanya, dilansir Reuters.
Juru bicara kementerian dan empat pejabat lain sumber Reuters mengaku, kantor-kantor Pemerintah masih mencari tahu rantai komando dan bagaimana pernyataan pers akan dirilis.
Baca juga : Kecelakaan Pesawat Jeju Air Di Bandara Muan Korsel, 62 Tewas, 2 Selamat
"Hari ini Choi ke Muan dengan pejabat Kementerian Pertanahan, bukan dengan pejabat Kementerian Keuangan," ujar sumber itu.
"Sebuah tim yang terdiri dari pejabat Kementerian Transportasi dan pejabat Kementerian Keselamatan akan melaporkan secara langsung kepada Choi mengenai kecelakaan pesawat Muan selama beberapa pekan ke depan. Mengenai bagaimana kami akan mendistribusikan siaran pers tentang semua jadwalnya - masih belum diputuskan," tuturnya.
Pejabat lain bilang, setiap kementerian yang terlibat dalam kebijakan luar negeri, masalah administratif atau keamanan memiliki tim yang melapor kepada Choi, tetapi staf kepresidenan Yoon tidak. Selain itu, Choi bekerja dari kantor Pemerintah di Seoul, bukan dari kantor resmi kepresidenan.
Seorang pejabat senior Kementerian Keuangan menambahkan, masih belum ada keputusan siapa dari kantor Yoon dan Han yang akan melapor ke kepada Choi. Sementara, beberapa tugas Choi sebagai Menteri Keuangan telah didelegasikan kepada wakilnya.
"Rapat tim pengendali bencana pusat adalah rapat tingkat menteri, jadi Menteri Pertanahan dan Menteri Keselamatan melapor langsung ke Choi," kata pejabat tersebut.
Baca juga : Sibuk Promosikan Acara Tahun Baru
Pejabat keempat juga menjelaskan, Choi memimpin tim penanganan bencana terpusat tersebut, bukan perdana menteri, yang biasanya bertanggung jawab berdasarkan panduan yang disiapkan setelah tenggelamnya kapal feri Sewol pada 2014, yang menewaskan 304 orang, dan kerumunan orang di Itaewon Halloween yang menewaskan 159 orang pada 2022.
Korban Selamat
Dilansir Yonhap News, Jeju Air dengan nomor penerbangan 7C2216 itu terbang dari Bangkok, Thailand, menuju Muan, dengan membawa 175 penumpang dan enam kru.
Dalam video yang ditayangkan oleh media lokal, pesawat Boeing 737-800 bermesin ganda itu tampak meluncur di landasan pacu bandara tanpa roda pendaratan. Pesawat kemudian menghantam dinding atau pagar, menghasilkan ledakan, diikuti api dan asap yang melahap bagian-bagian pesawat.
Kementerian Transportasi menyebut setidaknya 177 meninggal dunia. Dua masih hilang, dan diduga tidak selamat.
Menurut Kepala Badan Pemadam Kebakaran Korea Selatan Muan Lee Jung Hyun, hanya ada dua kru yang berhasil diselamatkan dari bagian ekor Jeju Air yang terbakar. Pasalnya, dari kebakaran itu hanya tersisa ekor. Kru yang selamat itu, pria dan wanita. Keduanya dirawat di rumah sakit dengan luka sedang dan berat. Pihaknya masih mencari korban yang kemungkinan ada terlempar keluar pesawat.
Baca juga : Oposisi Ancam Makzulkan Presiden Sementara Korsel
Kecelakaan tersebut terjadi tiga pekan setelah Jeju Air memulai penerbangan reguler dari Muan ke Bangkok, Thailanda, dan kota-kota Asia lainnya pada 8 Desember lalu.
Muan International adalah salah satu bandara terkecil di Korsel. Namun, menurut data Pemerintah, jumlah penumpang internasionalnya melonjak hampir 20 kali lipat menjadi 310.702 orang dari Januari hingga November dibanding periode yang sama pada 2022.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya