Dark/Light Mode

Pede Bisa Caplok Greenland, Trump: 57 Ribu Penduduk Negara Itu Ingin Bersama AS

Minggu, 26 Januari 2025 12:07 WIB
Presiden AS Donald Trump (Foto: Instagram)
Presiden AS Donald Trump (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yakin, negaranya dapat mencaplok Greenland, yang notabene adalah wilayah otonomi Denmark.

"Saya pikir, kita akan mendapatkannya. Total 57 ribu penduduk negara itu ingin bersama kita," kata Trump kepada wartawan di pesawat kepresidenan AS Air Force One, seperti dilansir BBC, Minggu (26/1/2025).

Gagasan untuk membeli wilayah Arktik yang luas, sebelumnya juga pernah disampaikan Trump di masa jabatan pertamanya pada tahun 2019. Ketika itu, Trump mengatakan, kendali AS atas Greenland merupakan kebutuhan mutlak untuk keamanan internasional.

"Saya tidak tahu, klaim apa yang dimiliki Denmark terhadap Greenland. Yang jelas,  akan menjadi tindakan yang sangat tidak bersahabat, jika mereka tidak mengizinkan. Karena itu untuk melindungi dunia yang bebas," papar Trump.

Baca juga : Polri Dirikan Dapur dan Gelar Trauma Healing untuk Korban Kebakaran Kemayoran

"Saya yakin, Greenland akan kita dapatkan karena itu berkaitan dengan kebebasan dunia. Itu tidak ada hubungannya dengan Amerika Serikat, selain bahwa kitalah yang dapat memberikan kebebasan. Mereka tidak bisa," tandasnya.

Terkait hal tersebut, PM Greenland Mute Egede mengatakan, penggunaan tanah wilayahnya sepenuhnya urusan Greenland. Meski begitu, dia menyatakan kesediaan untuk menjalin kerja sama yang lebih erat dengan AS di bidang pertahanan dan pertambangan.

Sebelumnya, dalam pembicaraan telepon 45 menit dengan Trump pada pekan lalu, PM Denmark Mette Frederiksen menegaskan, Greenland adalah milik orang Greenland. Hanya penduduk setempat yang dapat menentukan masa depannya.

Greenland yang terletak di jalur terpendek dari Amerika Utara ke Eropa, dinilai penting secara strategis bagi AS. Greenland juga merupakan rumah bagi fasilitas antariksa Amerika yang besar.

Baca juga : Tak Tahu ASEAN, Calon Menhan Trump Panen Kecaman

Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi peningkatan minat terhadap sumber daya alam Greenland. Termasuk penambangan mineral tanah jarang, uranium, dan besi.

Meskipun memiliki otonomi yang luas, pulau tersebut tetap menjadi bagian dari kerajaan Denmark. Namun, ada konsensus umum di Greenland, yang menyebut pulau itu pada akhirnya akan merdeka. Hal ini dapat membuka jalan bagi hubungan baru dengan AS.

Klaim Trump yang menyebut penduduk Greenland "ingin bersama kita", mungkin mengejutkan sebagian penduduk pulau tersebut. Seorang kapten kapal penangkap ikan di pemukiman Kapisillit mengatakan, Trump dipersilakan mengunjungi pulau tersebut. Tapi Greenland tetap milik penduduk Greenland.

Pemuka gereja setempat, Kaaleeraq Ringsted menuturkan, bahasa Trump tidak dapat diterima. Dia juga menekankan, Greenland tidak untuk dijual.

Baca juga : Fakta Pelantikan Trump Dapat Pengamanan Ketat Yang Belum Pernah Ada

Komentar Trump baru-baru ini telah mengirimkan gelombang kejut ke seluruh lembaga politik Denmark, hingga memicu pertemuan tingkat tinggi yang diselenggarakan dengan tergesa-gesa di Kopenhagen pada awal Januari 2025.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.