Dark/Light Mode

Tembak 5 WNI, 1 Tewas

Aparat Malaysia, Kok Tega Ya?

Selasa, 28 Januari 2025 08:00 WIB
Tangkapan layar video penembakan pekerja migran di Malaysia. (Foto: Dok. Tangkapan layar TV ONE)
Tangkapan layar video penembakan pekerja migran di Malaysia. (Foto: Dok. Tangkapan layar TV ONE)

 Sebelumnya 
Jasad korban saat ini masih berada di Malaysia. Kemlu memastikan korban bisa dipulangkan ke Indonesia usai proses autopsi selesai.

KBRI Kuala Lumpur mengambil langkah memastikan perlindungan bagi para WNI yang terdampak. Selain itu, KBRI juga mengirimkan nota diplomatik kepada Malaysia untuk mendorong dilakukannya penyelidikan menyeluruh termasuk menyoroti kemungkinan adanya penggunaan kekuatan berlebihan.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahhmad mengecam keras insiden penembakan yang dilakukan otoritas Malaysia.

Baca juga : Tatap Pemilu 2029, NasDem Gelar Bimtek Lagi

“Kami menyayangkan dan mengecam tindakan berlebihan (excessive use of force) yang dilakukan oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia,” kata Dasco dalam rilis resmi, Minggu (26/1/2025).

Dasco menyatakan, pihaknya akan segera memanggil Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) untuk mengonfirmasi insiden berdarah tersebut. Selain itu, Dasco juga meminta Kementerian Luar Negeri melalui KBRI untuk mengirim nota diplomatik kepada pemerintah Malaysia terkait insiden penembakan lima orang PMI terkait

“Kami mendorong DPR melalui komisi terkait akan membentuk tim untuk memantau penanganan insiden berdarah tersebut, sehingga penanganan kasus ini dapat diungkap secara tuntas dan transparan,” pungkas Dasco.

Baca juga : Polri Minta Masyarakat Waspada

Sementara itu, Migrant CARE mengutuk insiden penembakan yang dilakukan aparat Malaysia terhadap pekerja migran Indonesia di perairan Tanjung Rhu. Koordinator Bantuan Hukum Migrant CARE Nurharsono menilai, penembakan tersebut merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat dan harus diusut tuntas.

“Apapun alasannya, penembakan terhadap pekerja migran Indonesia adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Pekerja migran bukanlah penjahat kriminal,” tegas Nurharsono, dalam pernyataannya, Senin (27/1/2025).

Nurharsono mengungkapkan peristiwa serupa bukan kali pertama terjadi. Pada tahun 2012, lima pekerja migran asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ditembak mati oleh Polisi Diraja Malaysia dengan tuduhan kriminal. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.