Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Paus Fransiskus Kritis, Umat Katolik Seantero Amerika Latin Panjatkan Doa
Minggu, 23 Februari 2025 11:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Orang-orang di seantero Amerika Latin mendoakan kesehatan Paus Fransiskus (88), pemimpin pertama Gereja Katolik sedunia yang datang dari wilayah tersebut. Menyusul laporan Vatikan tanggal 22 Februari 2025, yang menyebut Paus kelahiran Argentina itu tengah kritis di RS Gemelli Roma.
Umat Katolik dari Meksiko hingga Argentina dan dari Pasifik hingga pesisir Atlantik menghadiri misa, menyalakan lilin, dan berdoa secara individu untuk kesembuhan Paus.
"Kami berdoa untuknya dengan percaya kepada Tuhan. Kami mendoakan kesehatan Paus dengan sukacita," kata Pendeta Argentina Adrian Bennardins, seperti dilansir Reuters, Minggu (23/2/2025).
Baca juga : Paus Fransiskus Sakit Bronkitis, Dirawat Di RS Gemelli Roma
Dia memuji Paus Fransiskus sebagai sosok yang membuat Gereja Katolik global menjadi lebih dekat, lebih sederhana, lebih persaudaraan, tanpa mengabaikan siapa pun.
Survei Latinobatometro tahun 2024 yang mewawancarai responden di 18 negara mengungkap, sekitar 54 persen warga Amerika Latin mengidentifikasi diri sebagai penganut Katolik. Angka ini turun dibanding tahun 1995, yang kala itu tercatat 80 persen.
Di antara umat beriman, banyak yang mengaku dekat dengan Paus Fransiskus karena kesamaan budaya. “Karena dia orang Latin, dia berbicara dalam bahasa kami, dan dia memiliki perasaan yang sama dengan komunitas Latin. Kami berasal dari latar belakang budaya yang sama,” kata umat paroki Grisel Jimenez, yang menghadiri misa di Basilika Guadalupe, Mexico City.
Di Buenos Aires, gambar Paus dengan frasa “kota berdoa untukmu” diproyeksikan pada Obelisk yang terkenal di kota itu pada malam hari, sejak tanggal 21 Februari hingga 24 Februari.
Baca juga : Perluas Akses Kredit, Easycash dan Bank DBS Indonesia Jalin Kemitraan Strategis
Sementara Argentina, pada awal pekan ini, mengeluarkan seruan nasional kepada semua “villas” dan “barrios” lingkungan dan kota miskin untuk mendoakan Paus.
Seruan ini disambut Gabriel Indihar (50). Dia percaya pada kekuatan doa bersama. “Ketika komunitas berdoa bersama, mereka memiliki jangkauan yang lebih besar kepada Tuhan, sehingga dapat membuat transformasi ajaib," kata Indihar.
Di negara tetangga Brazil, yang merupaka. negara Katolik terbesar dunia, orang-orang juga ikut berdoa.
Baca juga : Hasil Liga Italia: Napoli Dan Inter Milan Bersaing Di Papan Atas
“lni bukan hanya tentang menyembah Kristus, tetapi juga berdoa untuk Paus. Berdoa untuk gereja kita dan berdoa untuk dunia,” kata jemaat gereja Helio Martins Da Silva di Sao Paulo.
Fransiskus, yang menjadi Paus pada tahun 2013, tercatat masuk RS Gemelli Roma pada tanggal 14 Februari atau telah lebih dari seminggu yang lalu.
Paus memulai kariernya sebagai pendeta Jesuit di Argentina, dan kemudian menjabat sebagai Uskup Agung Buenos Aires, lalu dilanjut menjadi Kardinal.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya