Dark/Light Mode

Putin Naik Pitam, Ancam Ukraina Jika Dapat Senjata Nuklir Dari AS

Jumat, 29 November 2024 19:13 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto: Instagram/russian_kremlin
Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto: Instagram/russian_kremlin

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Rusia Vladimir Putin naik pitam, Jumat (29/11). Ia mengancam akan menyerang pusat-pusat pengambilan keputusan di ibu kota Ukraina, Kyiv, dengan rudal balistik baru negara itu (Oreshnik). 

Ancaman ini disampaikan Putin beberapa jam setelah Rusia melancarkan serangan bertubi-tubi terhadap jaringan energi Ukraina, Kamis (28/11/2024). Putin mengatakan serangan tersebut melibatkan 90 rudal dan 100 pesawat nirawak (drone) dan juga melibatkan "Oreshnik". 

Rudal tersebut merupakan senjata rudal balistik baru Rusia yang menurut Putin, tidak dapat dicegah. Serangan tersebut merupakan serangan balasan terhadap Ukraina yang menyerang tanah Rusia menggunakan rudal Atacms yang dipasok Amerika Serikat (AS).

Tidak hanya itu, Negeri Beruang Merah juga akan menyerang Ukraina jika mendapatkan senjata nuklir. Dilansir BBC dari media Rusia, RIA Novosti, pemimpin Rusia itu juga mengatakan, Moskow tidak akan mengizinkan Ukraina memperoleh senjata nuklir. Kalau sampai Ukraina mendapatkan senjata nuklir, Moskow akan menggunakan segala cara untuk menghancurkan Kiev dengan penghancuran yang dimiliki Rusia. 

Baca juga : Puluhan Oknum TNI Serang Warga Deli Serdang, Pengamat: Selidiki Dan Beri Sanksi

Serangan Rusia pada Kamis malam berlangsung selama beberapa jam. Gelombang pesawat nirawak dan rudal terbang melintasi wilayah Ukraina. Tidak ada korban jiwa, tetapi lebih dari satu juta orang di Ukraina kehilangan aliran listrik.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Rusia menggunakan bom curah saat menyerang infrastruktur sipil dan energi.

"Hulu ledak curah adalah jenis persenjataan Rusia yang sangat berbahaya yang digunakan terhadap warga sipil," katanya. 

Zelensky memperingatkan, setiap ancaman Rusia akan ditanggapi dengan respons keras. Ukraina telah menggunakan Atacms dan rudal Storm Shadow yang dipasok Inggris untuk menyerang wilayah Rusia minggu lalu. Serangan dengan rudal tersebut telah mendapat persetujuan dari sekutu Ukraina di Barat, yakni AS, Inggris, dan Prancis.

Baca juga : Usai Tinjau Bibit, Menteri Raja Juli Gelar 3 Rapat Tata Kelola Sawit Di Rumpin

Zelensky mengatakan Putin tidak berminat mengakhiri perang ini. Ia menuding pemimpin Rusia terus berusaha mencegah pihak lain mengakhiri perang ini.

"Eskalasinya sekarang adalah bentuk tekanan yang ditujukan untuk akhirnya memaksa presiden Amerika Serikat menerima persyaratan Rusia," kata Zelensky. 

Presiden Ukraina telah berulang kali mengeluh bahwa Memorandum Budapest 1994, telah membuat negara itu tidak memiliki keamanan yang diperlukan. Di dalam Memorandum Budapest 1994 menyatakan, Ukraina menyerahkan senjata nuklir yang diwarisi dari Uni Soviet. 

Serangan Rusia tersebut menyebabkan ledakan di beberapa kota, termasuk Odesa, Kharkiv, dan Lutsk. Kiev juga menjadi sasaran serangan. Tetapi otoritas Ukraina mengatakan semua rudal yang menargetkan ibu kota berhasil dicegah. 

Baca juga : Naik Maung, Prabowo Sapa Warga Sepanjang Sudirman Thamrin

Pemerintahan militer Kyiv mengatakan serangan itu berlangsung hampir sembilan setengah jam. Setidaknya 12 wilayah di seluruh Ukraina, termasuk tiga wilayah barat, terkena serangan. Menteri Energi Herman Halushchenko mengatakan, pemadaman listrik darurat telah diberlakukan.

Di tempat lain, kepala pemerintahan Rivne Oleksandr Koval mengatakan pasokan listrik telah diputus untuk lebih dari 280.000 orang di wilayah barat. Menurut kepala daerah Maksym Kozytsky, di wilayah Lviv, sebanyak 523.000 rumah dan bisnis tidak mendapatkan listrik. Di Kherson, pihak berwenang mengatakan mereka bisa tidak mendapatkan listrik selama berhari-hari.

Ukraina telah mengalami hujan salju pertamanya. Suhu pun menurun. Pejabat Ukraina khawatir serangan berkelanjutan Rusia akan menguras jaringan listrik saat musim dingin tiba.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.