Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kesepakatan Mineral Siap Diteken
Nyesel Ribut Sama Trump, Zelensky Tegaskan Komitmen Ukraina Terhadap Perdamaian
Rabu, 5 Maret 2025 13:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengaku sangat menyesalkan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memanas di Ruang Oval pada Jumat (28/2/2025). Menurutnya, pertemuan itu tidak berjalan sesuai rencana.
Dalam ribut mulut itu, Trump dan Wakil Presiden JD Vance mencaci maki Zelensky. Keduanya menganggap Presiden Ukraina memancing pecahnya Perang Dunia III. Ukraina pun disebut berada dalam masalah besar.
Zelensky memastikan, Ukraina siap berunding untuk mengakhiri perang dengan Rusia yang berlangsung sejak lebih tiga tahun lalu.
"Saya ingin menegaskan kembali komitmen Ukraina terhadap perdamaian. Tak seorang pun dari kita menginginkan perang yang tak berkesudahan," kata Zelensky via platform media sosial X, Selasa (4/3/2025).
Baca juga : Pesan Ramadan, Trump Tegaskan Komitmen Kebebasan Beragama
Zelensky menambahkan, Ukraina siap datang ke meja perundingan sesegera mungkin, untuk menghadirkan perdamaian yang langgeng.
"Tak seorang pun menginginkan perdamaian lebih dari rakyat Ukraina. Tim saya dan saya siap bekerja di bawah kepemimpinan kuat Presiden Trump untuk menciptakan perdamaian abadi," tuturnya.
Dalam pernyataan tersebut, Zelensky juga memastikan, Ukraina siap menandatangani kesepakatan mineral yang mestinya ditandatangani di Gedung Putih pada Jumat (28/2/2025). Namun batal karena dia diminta meninggalkan Gedung Putih, setelah ribut-ribut dengan Presiden dan Wakil Presiden AS.
“Mengenai perjanjian mineral dan keamanan, Ukraina siap menandatanganinya kapan saja, dalam format apa pun yang sesuai," tegasnya.
Baca juga : Trump Tuding Zelensky Diktator, Eropa Meradang
Ukraina, kata Zelensky, melihat perjanjian tersebut sebagai langkah menuju kondisi keamanan yang lebih besar dan jaminan keamanan yang solid.
"Saya sangat berharap perjanjian ini dapat berjalan efektif,” cetusnya.
Terkait langkah segera untuk mengakhiri perang, Zelensky mengatakan, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah pembebasan tahanan dan gencatan senjata di udara. Termasuk memberlakukan larangan rudal, pesawat nirawak jarak jauh, bom pada energi dan infrastruktur sipil lainnya, dan gencatan senjata di laut segera.
"Itu jika Rusia akan melakukan hal yang sama,” ujar Zelensky.
Baca juga : Menhan Tegaskan Komitmen Indonesia Terhadap Perdamaian di Dialog IISS Shangri-La
“Kami ingin bergerak sangat cepat melalui semua tahap berikutnya dan bekerja sama dengan AS, untuk menyetujui kesepakatan akhir yang kuat," lanjutnya.
CNN International menyebut, kerangka kerja Zelensky ini serupa dengan rencana yang diusulkan Presiden Prancis Emmanuel Macron, setelah pertemuan puncak para pemimpin Barat yang membahas masalah Ukraina di London, Minggu (2/3/2025).
“Kami benar-benar menghargai apa yang telah dilakukan Amerika untuk membantu Ukraina mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaannya," ucap Zelensky.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya