Dark/Light Mode

Bersitegang Dengan AS, Kanada Cari Alternatif Pesawat Tempur Pengganti F-35

Minggu, 16 Maret 2025 22:32 WIB
Menteri Pertahanan Kanada Bill Blair. (Foto David Gunn/CBC)
Menteri Pertahanan Kanada Bill Blair. (Foto David Gunn/CBC)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah meningkatnya ketegangan hubungan dengan Amerika Serikat (AS), Perdana Menteri  (PM) Kanada Mark Carney tengah mencari alternatif produsen pesawat jet tempur. Menteri Pertahanan Kanada Bill Blair sudah menghubungi Portugal dan Swedia untuk membahas pembelian pesawat pengganti F-35 buatan Lockheed Martin asal AS.

"Kami aktif mencari alternatif produsen selain Lockheed Martin," ujar Blair kepada CBC.

Sebelumnya, Kanada meneken kerja sama pembelian 88 pesawat tempur dengan AS senilai 19 miliar dolar AS atau sekitar Rp 311,7 triliun pada 2023. Kanada telah membayar 16 unit F-35, yang dijadwalkan tiba pada awal 2026.

Baca juga : Yorrys Ingin Jadikan DPD Sarana Politik Alternatif Perjuangan Daerah

Blair mengatakan, gelombang pertama jet tempur buatan Amerika dapat diterima. Namun sisanya berasal dari produsen Eropa, seperti Saab Gripen buatan Swedia, yang berada di posisi kedua dalam perang penawaran untuk kontrak Kanada.

“Perdana Menteri telah meminta saya untuk pergi dan memeriksa hal-hal tersebut dan berdiskusi dengan sumber-sumber lain, khususnya jika ada peluang untuk merakit jet tempur tersebut di Kanada,” ujar Blair.

Lockheed Martin mengomentari rencana Kanada untuk membatalkan kontrak F-35. Perusahaan AS itu menghargai kerja sama yang dibangun selama ini dengan Angkatan Udara Kanada dan berharap kerja sama bisa dilanjutkan.

Baca juga : Tarif Tiket Pesawat Lebih Murah, Ekonomi Bergairah

"Lockheed Martin menghargai kemitraan dan sejarah kami yang kuat dengan Royal Canadian Air Force dan berharap untuk melanjutkan kemitraan itu di masa mendatang," ujar Direktur Hubungan Media Global Lockheed Martin, Rebecca Miller.

Pada awal Maret, AS mengenakan tarif sebesar 25 persen untuk semua barang non-energi dan 10 persen untuk barang energi yang berasal dari Kanada, dengan alasan dugaan kelambanan negara tetangga tersebut untuk memerangi perdagangan narkoba dan migrasi ilegal melintasi perbatasan.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengungkapkan keinginan untuk menjadikan Kanada sebagai negara bagian ke-51. Selain itu Trump sudah menerapkan tarif masuk 25 hingga 50 persen terhadap produk dari negara tetangganya itu. Kanada telah membalas dengan mengenakan tarif sebesar 25 persen pada impor AS senilai hampir 30 miliar dolar AS (Rp 492,15 triliun). 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.