Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kunjungi Zaporozhye, Kawasan Ukraina Yang Bergabung Ke Rusia (5)
Bekas Peluru Dan Karung Pasir Hiasi Kota Melitopol
Jumat, 11 April 2025 14:24 WIB
Sebelumnya
Kuvachev menjelaskan, Zaporozhye merupakan kawasan yang mulai berkembang dengan mengandalkan beragam sektor utama. Pemerintah Rusia pun mengalokasikan anggaran hingga 70 juta Rubel atau sekitar Rp 14 miliar pada 2024.
“Pemasukan yang besar adalah dari sektor pertanian. Sektor pariwisata juga mulai aktif. Sementara ekspektasi besar adalah dari sektor energi. Wilayah ini disebut ‘baru’, karena baru mendapatkan (status -red) perekonomian Rusia,” kata Kuvachev, yang bergabung bersama Partai Yedinaya Rossiya atau Rusia Bersatu, partai berkuasa saat ini.
Baca juga : Maxim Zubarev Survive Pasca Mobilnya Dibom
Di saat yang sama, lanjut Kuvachev, meski kawasan ini sudah berada di wilayah Rusia, pihak Ukraina terus melakukan sejumlah serangan ke Kota Melitopol. Salah satunya, pada Senin, 13 November 2023, yang menewaskan tiga perwira Rusia. Pihak intelijen Ukraina menyatakan, aksi itu sebagai "tindakan balas dendam" oleh kelompok perlawanan lokal. Ledakan itu terjadi selama pertemuan para perwira Rusia.
"Tindakan balas dendam ini, yang dilakukan oleh perwakilan gerakan perlawanan lokal, terjadi di kantor (pos) yang direbut oleh Rusia," kata Departemen Intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina di aplikasi Telegram, seperti dikutip kantor berita Inggris, Reuters. Meski Reuters menyatakan, tak dapat memverifikasi klaim intelijen Ukraina tersebut secara independen.
Kondisi gedung dengan kondisi rusak, “dihiasi” karung-karung pasir dan bekas-bekas tembakan peluru di kawasan Enerhodar, bagian barat laut Oblast Zaporozhye. [Foto: Rusma/Rakyat Merdeka/RM.id]
Baca juga : Serem, Lihat Bus Sekolah Hancur Dihantam Drone
Pihak intelijen Ukraina ini juga mengatakan, pertemuan yang mendapat serangan itu dihadiri oleh perwira Garda Nasional Rusia dan Dinas Intelijen Federal Security Service (FSB). FSB adalah badan keamanan domestik utama Rusia, penerus KGB era Uni Soviet. Badan ini bertanggung jawab atas kontra-intelijen, keamanan internal dan perbatasan, anti-terorisme, dan pengawasan, serta beberapa kegiatan intelijen asing.
Seperti dikutip Reuters dan Associated Press (AP), kantor berita AS, Ukraina mengklaim, akan terus melancarkan serangan balasan. Ukraina juga bertekad untuk merebut kembali Melitopol.
Baca juga : Menembus Perbatasan, Naik Mobil 24 Jam
Saat kami berada di kota ini, sejumlah gedung banyak yang masih menyisakan bekas-bekas tembakan peluru pada bagian dindingnya. Sejumlah karung berisi pasir pun masih ditumpuk di beberapa bagian sudut gedung, sebagai antisipasi atau tempat perlindungan dari serangan tembakan. (Bersambung)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya