Dark/Light Mode

Suarakan Derita Gaza Di Parlemen Turki

Prabowo: Banyak Negara Diam, Pura-pura Tidak Tahu

Sabtu, 12 April 2025 08:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato di hadapan pimpinan dan anggota Majelis Agung Nasional Turki di Ankara, Turki, Kamis (10/4/2025). (Foto: Setpres)
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato di hadapan pimpinan dan anggota Majelis Agung Nasional Turki di Ankara, Turki, Kamis (10/4/2025). (Foto: Setpres)

 Sebelumnya 
Menurut dia, banyak negara yang berbicara mengenai hak asasi manusia (HAM) tetapi tidak mengambil aksi nyata. Bahkan, diam dalam mengha­dapi pelanggaran HAM dan pengebo­man terhadap warga Gaza.

"Ketika anak-anak dan ibu-ibu dibom di jalur Gaza, mereka semua diam, pura-pura tidak tahu, dan pura-pura bahwa itu bukan pelanggaran HAM,” sindir Prabowo.

Beda dengan Turki, kata Prabowo, Turki memiliki sikap jelas dan tegas membela bangsa-bangsa yang tertin­das. Terutama kepada rakyat Palestina yang sampai saat ini masih terdampak konflik dengan Israel.

Baca juga : I Ketut Kariyasa: Data Penerima Harus Jelas Dan Terukur

Prabowo menekankan Indonesia bersama Turki ingin membela keadilan di tengah ketidakpastian yang terjadi di dunia saat ini. "Kami merasa ingin bersama Turki membela keadilan, ke­benaran di dunia yang sekarang penuh ketidakpastian," tegasnya.

Selain itu, Prabowo juga menyam­paikan pentingnya memperkuat kerja sama strategis antara Indonesia dan Turki, terutama dalam konteks dunia Islam. Ia bertekad untuk meningkatkan hubungan diplomatik ke tingkat yang lebih tinggi. “Kami harus menjadi kekuatan positif dan kekuatan penting di dunia Islam,” tegas Prabowo.

Prabowo menuturkan Indonesia dan Turki memikul tanggung jawab sebagai negara berpengaruh di dunia Islam. Sehingga, penting bagi kedua negara memerkuat mitra dalam mem­bentuk tatanan global baru.

Baca juga : Abdul Fikri Faqih: Bansos Pemberdayaan Efektif Atasi Kemiskinan

"Kami juga harus tampil, tanggung jawab kami, tanggung jawab kita berdua sebagai pemimpin dari Global South, juga sebagai mitra strategis dalam tatanan global baru,” jelas Ketua Umum Partai Gerindra.

Mengakhiri pidatonya, Pabowo me­nyampaikan optimismenya terhadap hasil pertemuan bilateral kali ini. Ia meyakini kedua negara dapat mem­bentuk masa depan dunia Islam yang lebih kuat, bersatu, dan berpengaruh.

Usai menutup pidatonya, Prabowo mendapatkan standing applause dari para anggota parlemen Turki.

Baca juga : PDIP Miliki DNA Oposisi

Setelah itu, Prabowo memenuhi undangan makan malam dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Exhi­bition Hall Kompleks Istana Kepresidenan Turki. Jamuan makan malam ini sebagai wujud penghormatan Turki atas kunjungan kenegaraan Prabowo.

Prabowo disambut dengan lantunan musik dari Military Band dan Orkes Simfoni Kepresidenan Turki. Mereka membawakan lagu Halo-halo Bandung dan Hari Merdeka. Tak hanya itu, membawakan lagu patriotik melalui lagu-lagu Devlet Marsi, Fetih Marsi, Ceddin Deden, hingga Genc Osman. Suasana semakin syahdu saat Orkes Simfoni Kepresidenan Turki memain­kan lagu rakyat Indonesia Ayam Den Lapeh dan Angin Mamiri.

Setelah seluruh pertunjukan usai, Prabowo dan Erdogan naik ke pang­gung dan menyampaikan apresiasi secara langsung kepada para pengisi acara dan tamu undangan. Dengan senyum hangat, keduanya menyalami para musisi dan tamu undangan. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.