Dark/Light Mode

Di Tengah Ketegangan Tarif Trump

Pertemuan Sugiono Dengan Menlu China & AS Tidak Pas

Kamis, 24 April 2025 04:05 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menerima Menlu RI Sugiono di Kementerian Luar Negeri AS, Washington DC, 16 April 2025. (Foto RM.id/HO-Kemlu RI)
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menerima Menlu RI Sugiono di Kementerian Luar Negeri AS, Washington DC, 16 April 2025. (Foto RM.id/HO-Kemlu RI)

 Sebelumnya 
Tarif dagang AS turut dibahas dalam pertemuan itu. Sugiono menyampaikan kekhawatiran Indonesia atas dampak perang tarif terhadap perekonomian dunia. Dia mengatakan, China dan AS adalah mitra dagang penting bagi Indonesia.

Karenanya, kerja sama dengan kedua negara harus dijaga seimbang dan konstruktif. Sugiono menegaskan pentingnya dialog untuk mencari solusi bersama.

Baca juga : Kepada Negara Yang Nego Tarif Dengan AS, China Layangkan Ancaman

Wang Yi juga berharap agar hubungan baik ASEAN dan China terus terjaga. Serta tidak mudah dipecah atau dibuat tegang oleh pihak luar.

“Bila China dan ASEAN damai, maka tidak ada kesempatan bagi mereka mencampuri urusan dalam negeri kita. Tapi percayalah, China tidak akan melakukan aksi unilateral dan membuat masalah di kawasan,” ungkap Wang Yi.

Baca juga : Perempuan Migran Kudu Melek Finansial

Sebelum ke China, Sugiono lebih dulu melakukan pertemuan dengan Menlu AS Marco Rubio. Pertemuan keduanya dilakukan di kantor Kementerian Luar Negeri AS, Washington DC.

Sugiono menjadi Menlu pertama dari negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) yang diterima Rubio di kantornya. Pertemuan menlu kedua negara, salah satunya membahas tarif barang Indonesia yang masuk ke AS.

Baca juga : Gokil, AS Kini Tetapkan Tarif Impor 245 Persen Untuk Seluruh Produk China

Pada pertemuan itu, Sugiono menegaskan komitmen untuk memperluas kemitraan strategis dengan AS. Dia memaparkan berbagai prioritas dan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Antara lain ketahanan pangan dan energi, hilirisasi, serta pembangunan sumber daya manusia. Dia juga mengundang investor AS berinvestasi di sektor mineral kritis, seperti nikel dan sektor-sektor penting lain.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.