Dark/Light Mode

Menyaksikan Keunikan Korea Selatan (3)

Teknik Membatik Di Atas Sutra Jinju Diceritakan Sambil Makan Steak

Jumat, 30 Mei 2025 07:53 WIB
Diskusi budaya di Korsel. (Foto: Paul Yoanda/RM)
Diskusi budaya di Korsel. (Foto: Paul Yoanda/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jurnalis Rakyat Merdeka/RM.id, Paul Yoanda mengikuti, program “Indonesia Next Generation Journalist Network on Korea Batch 4” yang diselenggarakan Korea Foundation dan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), di Seoul dan Busan, Korea Selatan (Korsel), 18-24 Mei 2025. Berikut laporannya: 

Sambil menikmati makan siang dengan menu utama steak, Presiden Dongguk University Hallyu Academy (DUHA) Jung Gil Hwa membuka ceritanya tentang pertukaran budaya kepada peserta FPCI di Kota Seoul yang cerah, Selasa (20/5/2025). Dia bilang, selama ini pertukaran budaya kerap diartikan sebagai arus satu arah. Indonesia jadi penikmat. Sedangkan Korsel jadi pencipta. 

Menurut Jung, ini saatnya membangun model kolaborasi yang memungkinkan kedua negara berdiri sejajar sebagai mitra kreatif. Indonesia tidak hanya menyukai budaya Korsel, tapi juga siap ikut menciptakannya. 

Menurutnya, Indonesia dan Korsel bukan lagi sekadar mitra diplomatik. “Tapi mitra strategis dalam kreativitas,” tuturnya.

 Dia bilang, dengan tingkat adaptasi digital yang tinggi, generasi muda Indonesia memiliki daya serap luar biasa terhadap budaya global. Data dari Korea Creative Content Agency (KOCCA) menyebut, hampir 60 persen anak muda Indonesia menyukai konten Korsel. Sekitar 90 persennya merasa terpengaruh soal pandangan mereka pada Korsel.

“Ini fondasi kuat untuk pertukaran budaya yang berkelanjutan,” ujarnya.

Baca juga : Warga ‘Kintamani’ Cerita Kantor Berita & Bantuan AI

Jung kemudian memaparkan sejumlah bentuk kerja sama budaya yang telah terjalin. Antara lain, pendirian Korea 360 Center di Jakarta yang dikunjungi lebih dari tiga juta pengunjung dalam setahun. Lalu, ada gelaran K-Expo hingga pelatihan industri konten di Makassar, Sulawesi Selatan. Ditambah, dengan pelatihan grup vokal perempuan Indonesia, StarBe, di Korsel selama empat bulan.

“Mereka lalu tampil di ASEAN Song Festival dan menjadi representasi baru Indonesia di mata dunia,” katanya.

Jung juga menyoroti proyek kolaborasi di bidang mode yang menggabungkan teknik batik Indonesia dengan bahan sutra khas Jinju, Korsel. Karya yang dihasilkan bukan sekadar hasil adaptasi. Melainkan produk baru yang mencerminkan semangat inovasi antarbudaya. Kata dia, Ini adalah bentuk penciptaan bersama. Bukan sekadar penggabungan.

“Melalui seni, nilai-nilai kemanusiaan dapat diterjemahkan secara mendalam,” katanya.

Jung menambahkan, masa depan hubungan Indonesia-Korsel terletak pada interaksi antar masyarakat. Pemerintah bisa memfasilitasi. Tapi, inisiatif sejati datang dari pelaku budaya, seniman, dan generasi muda kedua negara. Platform digital, pertukaran konten, hingga proyek ko-produksi harus diperluas. Demi masa depan bersama yang berkelanjutan.

“Konten budaya mendahului perdagangan, dan mampu menembus lebih dalam dibandingkan politik,” ucap eks jurnalis NBC itu.

Baca juga : Di Tempat Pemakzulan Presiden, Ada Patung Himangi Dan Sarangi

Hubungan Indonesia-Korsel tak cuma sebatas budaya. Kepala Tim Asia Tenggara dan Oseania Korea Institute for International Economic Policy (KIEP) Kim Nam Seok menilai, Indonesia dan Korsel telah menunjukkan lompatan besar dalam kerja sama ekonomi. Hasil riset terbaru menunjukkan, pertumbuhan hubungan dagang dan investasi kedua negara selama lima dekade terakhir. 

Namun, kata Kim, penting untuk fokus pada pertumbuhan yang lebih berkualitas. Demi kesejahteraan bersama. Sejak kemitraan strategis dikukuhkan pada 2006, kerja sama Indonesia-Korsel tidak lagi sebatas pada komoditas. Kolaborasi telah merambah sektor manufaktur padat modal hingga industri bernilai tambah tinggi.

Kemajuan ini terjadi karena adanya kepercayaan dan solidaritas mendalam antara kedua negara. “Konsistensi para pemimpin turut memperkuat arah kerja sama jangka panjang,” katanya.

Kim juga menyoroti strategi ekspor Indonesia yang dinilai berhasil mendorong potensi pertumbuhan ekonomi. Ini adalah bukti Pemerintah Indonesia serius dalam modernisasi industri. “Langkah Indonesia ini mencerminkan tekad untuk keluar dari jebakan pertumbuhan rendah,” ujarnya.

Soal kolaborasi Korsel-ASEAN, First Secretary ASEAN Cooperation Division, Kementerian Luar Negeri Korsel Kang Jinjoo mengatakan, dalam Pernyataan Bersama untuk Kemitraan Strategis Komprehensif atau Comprehensive Strategic Partnership (CSP), kolaborasi digital jadi salah satu fokus utama. Kata Kang, itu diterjemahkan ke berbagai proyek konkret.

Pertama adalah proyek Pengembangan Ekosistem Data ASEAN atau Data Ecosystem Development. Targetnya membangun jaringan data ASEAN, platform Big Data, dan pelatihan analisis data. Meski masih dalam tahap tinjauan negara anggota ASEAN, proyek ini diharapkan berjalan hingga 2029. 

Baca juga : Saluran Air Mampet Dan Sungai Dangkal

Proyek kedua pembangunan infrastruktur  komputansi berkinerja tinggi atau High Performance Computing (HPC) untuk ASEAN. Rencananya, HPC bakal beroperasi penuh pada awal 2026. Lengkap dengan pelatihan digital untuk 160 profesional ASEAN. “Yang jelas, proyek ini akan melatih 160 profesional ASEAN di bidang komputasi dan Kecerdasan Buatan (AI),” tutur Kang.

Proyek ketiga dan keempat menyasar generasi muda ASEAN. Ada kompetisi startup AI yang tahun ini akan digelar di Malaysia, dan Digital Academy yang berlangsung di Indonesia. Proyek ini ditujukan untuk membentuk talenta digital masa depan di kawasan.

Terakhir, proyek ASEAN-Korea AI Convergence and Spread. Saat ini masih dalam tahap perancangan. Tujuannya, membentuk grup kerja untuk menjodohkan perusahaan AI Korsel dengan mitra lokal ASEAN. Mereka akan bahu membahu mengembangkan layanan AI yang relevan dengan konteks lokal masing-masing negara.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.