Dark/Light Mode

Dubes Iran Mohammad Boroujerdi Minta Dukungan Muhammadiyah Hadapi Israel

Sabtu, 21 Juni 2025 05:25 WIB
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi (kedua kiri) dan Ketua PP Muhammadiyah Syafiq Mughni (tengah) di 
Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (19/6/2025). (Foto PP Muhammadiyah)
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi (kedua kiri) dan Ketua PP Muhammadiyah Syafiq Mughni (tengah) di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (19/6/2025). (Foto PP Muhammadiyah)

 Sebelumnya 
Negeri Mullah itu mengimbau masyarakat global agar tidak gampang terpecah, terutama melalui narasi media yang dilancarkan pihak Israel. “Rezim Zionis melalui narasi media mencoba membenarkan serangan-serangannya. Mereka mengatakan menyerang Hamas, bukan Palestina. Menyerang Suriah, bukan pemerintahnya. Menyerang pemimpin Iran, bukan negaranya. Semua ini adalah skenario pecah-belah yang harus kita sadari,” tegasnya.

Sementara Syafiq Mughni menegaskan, Muhammadiyah terus berupaya menyerukan persatuan umat Islam dalam melawan segala bentuk kezaliman. Dia menekankan bahwa dalam menghadapi ketidakadilan global, umat Islam perlu bersatu tanpa terjebak dalam perbedaan atau paham keagamaan.

Baca juga : Kutuk Serangan Israel, Iran Minta Dukungan Dunia

Muhammadiyah merasa satu koridor dengan Iran dalam melawan penjajahan Israel. Kiai Syafiq menegaskan, PP Muhammadiyah akan terus menyuarakan hal tersebut kepada Pemerintah Indonesia maupun dunia Internasional.

Ketua PP Muhammadiyah itu menyatakan, telah membuka peluang untuk memperluas sosialisasi dan kampanye kemanusiaan melalui media internal persyarikatan. “Bagi Muhammadiyah, umat Islam harus bersatu melawan segala bentuk kezaliman,” kata Syafiq.

Baca juga : Din Syamsuddin Harap Pimpinan Muhammadiyah Cilandak Cerahkan Masyarakat

Muhammadiyah menekankan pentingnya memperkuat kerja sama yang lebih substantif dan bermanfaat di ranah budaya dan akademik. Menurutnya, model kerja sama ini bisa menjadi strategi “counter-narrative” terhadap berbagai stereotip yang berkembang, termasuk tentang negara Iran.

Ada sebagian masyarakat Indonesia yang masih menganggap Iran sebagai negara yang sangat fundamental. Sebab itu, perlu pendekatan budaya dan akademik yang paralel dan simultan untuk menumbuhkan pemahaman yang lebih objektif.

Baca juga : Dubes RI Di Kamboja Santo Darmosumarto Terima Kunjungan Delegasi Sespimti Polri

“Muhammadiyah tidak mempermasalahkan perbedaan fitrah atau cara berpikir, selama ada semangat solidaritas dan empati yang sama,” pungkas Kiai Syafiq.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.