Dark/Light Mode

14 Menteri Israel Gaungkan Isu Caplok Palestina

AS Bungkam, Yordania,Arab & Mesir Mengecam

Jumat, 4 Juli 2025 04:05 WIB
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan PM Benjamin Netanyahu di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, 7 April 2025. (Foto AP)
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan PM Benjamin Netanyahu di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, 7 April 2025. (Foto AP)

 Sebelumnya 
Di Israel, tekanan makin kencang kepada Netanyahu. Dalam surat terbuka yang dibagikan Menteri Keuangan garis keras Bezalel Smotrich, para menteri meminta PM yang akrab disapa Bibi itu, menuntaskan pencaplokan Yudea dan Samaria alias Tepi Barat, sebelum masa reses Knesset (Parlemen Israel) pada 27 Juli mendatang.

Menurut mereka, dukungan Presiden AS Donald Trump dan hubungan strategis dengan Washington menjadi momentum emas untuk menjalankan aksi kontroversial itu. Deretan menteri yang menandatangani petisi itu antara lain menteri pertahanan, ekonomi, kehakiman, komunikasi, transportasi, hingga Ketua Knesset Amir Ohana.

Baca juga : Senator PBD Paul Sayangkan Isu Kerusakan Lingkungan di Pulau Gag

Usulan 14 menteri Israel mencaplok seluruh wilayah Tepi Barat muncul menjelang pertemuan Netanyahu dan Trump di Washington pada 7 Juli 2025. Hal ini menandai titik penting dinamika politik di Timur Tengah.

Surat kabar Israel, Hayom, mengutip keterangan pejabat Israel yang memberitakan Trump dan Netanyahu akan melakukan pembicaraan untuk merancang penghentian perang di Jalur Gaza dalam dua pekan mendatang.

Baca juga : ILO Naikkan Status Palestina Sebagai Negara Pengamat

Langkah ini menjadi bagian dari kesepakatan strategis yang lebih besar. Yaitu untuk membuka jalan bagi normalisasi hubungan Israel dengan negara-negara Arab melalui Perjanjian Abraham atau dikenal dengan Abraham Accords.

Kecaman datang dari Otoritas Palestina, Yordania, Mesir dan Arab Saudi yang mengingatkan bahwa isu ini tidak akan berakhir sebagai urusan internal Israel, melainkan berdampak langsung pada stabilitas regional dan konsensus hukum internasional. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.