Dark/Light Mode

Banjir Bandang Di Texas Tewaskan 82 Orang , Trump Jadi Bulan-bulanan

Selasa, 8 Juli 2025 04:05 WIB
MOBIL TERBALIK: Petugas sedang berupaya mengeluarkan kendaraan yang terseret banjir bandang di Kerrville, Texas, Amerika Serikat, 6 Juli 2025. (Foto Reuters/Sergio Flore)
MOBIL TERBALIK: Petugas sedang berupaya mengeluarkan kendaraan yang terseret banjir bandang di Kerrville, Texas, Amerika Serikat, 6 Juli 2025. (Foto Reuters/Sergio Flore)

 Sebelumnya 
Rick Spinrad, mantan Direktur National Oceanic and Atmospheric Administration/ NOAA (Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional), menyebut, pemangkasan tentunya menyebabkan banyak kantor cuaca kekurangan staf. Meski tidak bisa memastikan kaitan langsung antara kekurangan personel dan kegagalan sistem peringatan dini kali ini, dia menyebut kondisi ini “mengkhawatirkan.”

Baca juga : Korban Tewas Banjir Texas AS Kini 78 Orang, 41 Hilang

Joaquin Castro, anggota Kongres dari Partai Demokrat asal Texas menyebut bahwa kelambanan NWS bukan semata karena kesalahan teknis. “Ketika terjadi banjir bandang dan Anda tidak memiliki cukup personel untuk menganalisis data secara cepat, itu berisiko tinggi,” katanya.

Baca juga : Banjir Texas Renggut 24 Nyawa, Trump: Ini Mengerikan

Banjir Texas menjadi peringatan bahwa mitigasi bencana tidak bisa dilakukan dengan kebijakan efisiensi semata. Apalagi ketika bencana tak lagi bisa diprediksi secara konvensional di era perubahan iklim yang makin ekstrem.

Baca juga : Bung Karno Dikenang Dunia, Namanya Diabadikan di Jalan-Jalan Protokol

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.