Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Berlaku 1 Agustus 2025
AS Umumkan Tarif Impor Untuk 14 Negara, Indonesia Kebagian 32 Persen
Selasa, 8 Juli 2025 05:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Donald Trump berencana mengenakan tarif rakit pada barang-barang yang masuk ke Amerika Serikat (AS) dari 14 negara, termasuk Jepang dan Korea Selatan (Korsel) yang sama-sama dipatok 25 persen.
Eskalasi terbaru perdagangan global ini datang, menjelang berakhirnya batas waktu penangguhan 90 hari yang diberlakukan Gedung Putih terhadap beberapa pajak impornya yang paling agresif.
Kepada para pemimpin dunia lainnya, Trump mengingatkan, tarif impor baru akan mulai diberlakukan pada 1 Agustus 2025.
Senin (7/7/2025), Trump sudah berkirim surat tentang tarif terbaru AS kepada para pemimpin 14 negara.
“Tarif itu dapat dimodifikasi naik turun, tergantung pada hubungan kami dengan negara Anda,” tulis Trump via Truth Social.
Mayoritas tarif baru itu sama dengan yang diajukan Trump pada April 2025, saat dia membuat pengumuman Hari Pembebasan. Kala itu, tarif AS langsung disambut
gelombang pajak baru dari berbagai negara.
Baca juga : Jangan Ada Pengaburan!
Trump berpendapat, penetapan tarif ini akan melindungi bisnis AS dari persaingan asing, menggenjot aktivitas manufaktur, dan mendatangkan lebih banyak pekerjaan domestik.
Namun, para ekonom mengingatkan, kebijakan ini akan menaikkan harga di AS dan mengurangi perdagangan.
Tiga indeks saham utama AS dilaporkan tergelincir pada Senin (7/7/2025). Saham Toyota yang terdaftar di AS turun 4 persen.
Data perdagangan AS menyebutkan, tahun lalu, Jepang tercatat sebagai pemasok ekspor terbesar kelima ke Negeri Paman Sam setelah Uni Eropa (UE), Meksiko, Cina, dan Kanada. Angkanya melebihi 148 dolar AS. Sementara Korea Selatan, masuk dalam daftar 10 besar.
Di luar itu, Trump mematok tarif 40 persen untuk barang dari Myanmar dan Laos, 36 persen untuk barang dari Thailand dan Kamboja, 35 persen untuk barang dari Serbia dan Bangladesh, 32 persen untuk Indonesia, 30 persen untuk Afrika Selatan, serta 25 persen untuk Malaysia dan Tunisia.
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan, dalam beberapa hari ke depan, AS akan mengirim lebih banyak surat. Menurutnya, pergeseran waktu dari tanggal 9 Juli hingga 1 Agustus tidak akan mengurangi kekuatan ancaman Trump.
Baca juga : Negara Tidak Boleh Kalah Dengan Aksi Premanisme
"Saya dapat memberi tahu Anda, telepon presiden berdering sepanjang waktu. Banyak pemimpin dunia yang memohon kepada Trump, untuk mencapai kesepakatan," ungkapnya.
Tak jauh beda, Menteri Keuangan Scott Bessent mengaku banyak dihubungi perwakilan negara yang ingin mengajukan negosiasi.
"Tadi malam, email saya dipenuhi penawaran baru. Banyak proposal baru," katanya kepada CNBC.
Penetapan tarif impor jumbo ini bermula saat Trump mengumumkan tarif resiprokal atau timbal balik pada April lalu, sebagai bentuk proteksi terhadap AS yang menurutnya diperlakukan tidak adil oleh negara lain.
Secara terpisah, Trump mengumumkan tarif untuk sektor utama, seperti baja dan mobil dengan mengutip masalah keamanan nasional. Dia mengancam akan menaikkan pungutan pada barang-barang lain, seperti obat-obatan dan kayu.
Kebijakan berlapis-lapis telah mempersulit pembicaraan perdagangan. Tarif mobil menjadi titik kunci dalam negosiasi dengan Jepang dan Korea Selatan.
Baca juga : Nego Tarif Impor, Indonesia Tambah Pembelian Energi Hingga Gandum Dari AS
Sejauh ini, AS telah mencapai kesepakatan dengan Inggris dan Vietnam, serta kesepakatan parsial dengan China.
Dalam ketiga kasus tersebut, hasil negosiasi telah menaikkan tarif dibandingkan dengan tingkat sebelum Trump kembali ke Gedung Putih, sementara masalah utama masih belum terselesaikan.
AS telah mengatakan kesepakatan dengan India sudah dekat.
Sementara Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen disebut memiliki "pertukaran yang baik" dengan Trump. Asal tahu saja,Trump telah mengancam Uni Eropa dengan pajak 50 persen, kecuali mereka mencapai kesepakatan.
Minggu lalu, Trump mengatakan Jepang dapat menghadapi tarif 30 atau 35 persen, jika negara tersebut gagal mencapai kesepakatan dengan AS pada Rabu (9/7/2025).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya