Dark/Light Mode

Menlu SCO Kumpul Di Tianjin, China

Xi Jinping Dapat Panggung

Rabu, 16 Juli 2025 04:02 WIB
BERJABAT TANGAN: Presiden China Xi Jinping (kanan) berjabat tangan dengan Menlu India Subrahmanyam Jaishankar di sela-sela Pertemuan Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) yang diselenggarakan di Tianjin, China, Selasa (15/7/2025).
BERJABAT TANGAN: Presiden China Xi Jinping (kanan) berjabat tangan dengan Menlu India Subrahmanyam Jaishankar di sela-sela Pertemuan Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) yang diselenggarakan di Tianjin, China, Selasa (15/7/2025).

 Sebelumnya 
Secara terpisah, Xi juga ber­temu­ Menlu Rusia Sergey Lavrov, Selasa (15/7/2025). Lavrov menyampaikan salam dari Presiden Rusia Vla­dimir Putin. Dia mengisya­ratkan sinyal kuat kehadiran Putin dalam KTT SCO ke-25 yang rencana­nya­ diadakan pada 30 Agustus-1 September 2025.

“Kedua belah pihak membahas sejumlah isu terkait kontak­ politik bilateral. Termasuk per­siapan kunjungan Presiden Rusia mendatang ke China,” ujar Ke­menterian Luar Negeri Rusia.

Selain menghadiri KTT SCO, Putin juga direncanakan menghadiri upacara peringa­tan kemenangan atas Jepang da­lam Perang Dunia II pada 3 Sep­tember nanti.

Selanjutnya, Xi bertemu Menlu Iran Abbas Araghchi, pasca perang dengan Israel. Araghchi menilai, pertemuan tersebut sangat penting di tengah ketegangan regional baru.

Baca juga : Teleponan Satu Jam, Trump Dan Jinping Redakan Ketegangan

Di SCO, Iran akan membahas dukungan strategis China dan Rusia, sanksi AS dan pemulihan infrastruktur nuklir pasca serangan Israel dan AS di Iran, Juni lalu.

Pertemuan ini juga memperlihatkan sejumlah ketegangan­ in­ter­nal. Ada perbedaan pendekatan antaranggota dalam isu Ukrai­na, serta hubungan dengan Barat maupun kerja sama militer.

Beberapa media Barat meng­gam­barkan SCO sebagai blok tan­dingan Barat, yang dinilai para pengamat China adalah ke­sim­pulan berlebihan.

Pengamat dari China National Institute Cui Heng mengatakan, SCO menjadi alternatif untuk menangani risiko keamanan di ka­wasan Eurasia. Terutama sejak konflik Ukraina memuncak.

Baca juga : Jelang Lawan China, Ini Daftar 32 Pemain Yang Dipanggil Masuk Timnas

“SCO bukan hanya soal keamanan, tetapi juga soal pembangunan dan integrasi ekonomi dalam konteks dunia multipolar,” ujarnya.

“Sebagaimana dinyatakan Presiden Xi bahwa Shanghai Spirit tetap menjadi fondasi saling percaya, saling menguntungkan, kesetaraan, konsultasi, penghormatan terhadap keragaman peradaban, dan pencapaian pembangunan bersama,” terang Cui Heng.

 

 

Baca juga : Kenang Hotma Sitompul, Andi Gani: Sahabat Perjuangan Buruh

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.