Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
Namun respons keras datang dari berbagai pihak di Malaysia. Sayap Pemuda Partai Keadilan Rakyat (PKR) menyebut penunjukan ini sebagai ancaman terhadap integritas diplomatik.
“Penolakan ini bukan wujud permusuhan, melainkan langkah menjaga hubungan bilateral tetap sehat,” kata mereka.
Organisasi pro-Palestina yang terdiri dari 20 kelompok sipil juga mendesak Pemerintah menolak Adams. Begitu juga dengan Partai Islam SeMalaysia (PAS) yang menyebut penunjukan tersebut sebagai “penghinaan terhadap solidaritas rakyat Malaysia"
Baca juga : Ronny Talapessy: Hasto Tak Punya Motif Menguntungkan Terlibat Tindak Pidana
PM Anwar Ibrahim menegaskan bahwa Malaysia tetap konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina dan menolak narasi Barat yang ingin melabeli Hamas sebagai organisasi teroris.
Di tengah desakan publik, sejumlah mantan pejabat dan akademisi menawarkan solusi diplomatik. Shahriman Lockman dari Institut Studi Strategis dan Internasional Malaysia menyebut pemerintah berada dalam dilema.
“Menolak Adams bisa berimbas pada hubungan dagang, tapi menerima juga berisiko mencederai prinsip dasar kebudayaan kita.”
Baca juga : Ingat Dekrit Presiden, Majukan Koperasi Desa Merah Putih
"Tidak ada solusi cantik di sini. Anda akan merugi jika menolak. Rugi juga kalau menerima Adams," simpul Shahriman.
Ilango Karuppannan, mantan Wakil Dubes Malaysia untuk AS, mengusulkan dua opsi: menyampaikan ketidaksetujuan kepada pihak Gedung Putih atau menunda penerimaan Surat Kepercayaan. Keduanya dianggap sinyal diplomatik halus tapi tegas.
Mantan Menteri Luar Negeri Saifuddin Abdullah turut bicara. Dia menekankan pentingnya memegang teguh nilai dan prinsip kebudayaan Malaysia dalam menghadapi tekanan politik internasional.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya