Dark/Light Mode

Sepakat Perkuat Kerja Sama Maritim

RI-Australia Komit Jaga Stabilitas & Cegah Konflik

Sabtu, 30 Agustus 2025 06:17 WIB
PM Australia Anthony Albanese (tengah) bersama Menlu Penny 
Wong (kiri), Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin (kedua kiri), Menlu RI 
Sugiono (kedua kanan) dan Wakil PM sekaligus Menhan Australia 
Richard Marles, di Canberra, Australia, Kamis (28/8/2025). (Foto Kemlu RI)
PM Australia Anthony Albanese (tengah) bersama Menlu Penny Wong (kiri), Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin (kedua kiri), Menlu RI Sugiono (kedua kanan) dan Wakil PM sekaligus Menhan Australia Richard Marles, di Canberra, Australia, Kamis (28/8/2025). (Foto Kemlu RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia dan Australia sepakat memperkuat kerja sama maritim. Langkah ini diharapkan dapat menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono dan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke Canberra, Australia, Kamis (28/8/2025). Kunjungan ini bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Australia di bidang politik, pertahanan dan keamanan kawasan.

Dalam pertemuan 2+2 yang digelar di Gedung Parlemen Australia, Sugiono dan Sjafrie bertemu Wakil Perdana Menteri (PM) merangkap Menhan Australia Richard Marles dan Menlu Australia Penny Wong. Pertemuan ini merupakan yang kesembilan sejak mekanisme 2+2 digagas pada 2011.

“Pertemuan ini sangat strategis untuk memperkuat kerja sama RI–Australia, khususnya dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan,” kata Menlu Sugiono dalam sambutannya.

Salah satu hasil penting dari pertemuan adalah pembentukan Indonesia–Australia Maritime Dialogue (AMD) dan penguatan Maritime Domain Awareness (MDA).

Baca juga : Sesama Mitra Koalisi Harus Saling Sayang

Sugiono menegaskan, sebagai negara yang berbagi batas laut, kerja sama maritim harus ditingkatkan. Selain itu, kedua negara sepakat membentuk Kemitraan Indonesia–Australia untuk Perdamaian dan Stabilitas guna mencegah konflik di kawasan dan memperkuat komitmen bersama menjaga keamanan regional.

“Sebagai negara yang saling berbagi batas laut, Indonesia dan Australia perlu meningkatkan kerja sama maritim ke arah yang lebih jauh,” tegas Sugiono.

Sebelum pertemuan 2+2, Sugiono mengadakan pertemuan bilateral dengan Menlu Penny Wong. Keduanya membahas implementasi Rencana Aksi Kemitraan Strategis Komprehensif 2025–2029, termasuk kerja sama perdagangan, investasi, pembangunan, dan hubungan antarmasyarakat.

Di bidang pertahanan, Menhan Marles mengapresiasi kehadiran Menhan Sjafrie dan menyebut Defence Cooperation Agreement (DCA) yang ditandatangani pada 2024, sebagai bukti nyata penguatan kerja sama militer kedua negara.

Menhan Sjafrie, yang baru pertama kali mengikuti forum 2+2, berharap diskusi menghasilkan langkah konkret. Dia juga mengusulkan kerja sama trilateral Indonesia–Papua Nugini–Australia, dalam pelatihan kontra-terorisme, dan latihan gabungan tiga matra.

Baca juga : Perluas Kerja Sama, UNW Mataram Tawarkan Beasiswa Bagi Pegawai Instansi

Dalam bidang maritim, Marles menekankan pentingnya koordinasi antara Badan Keamanan Laut (Bakamla), Badan Informasi Geospasial Indonesia, dan lembaga terkait lainnya dalam pembangunan MDA.

Sjafrie merespons dengan menegaskan pentingnya menjaga prinsip dasar kerja sama, termasuk penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Indonesia.

Menlu Sugiono memperkuat pesan tersebut dengan menegaskan komitmen Indonesia membangun hubungan bilateral yang kokoh, berdasarkan keterbukaan dan saling menghormati.

Pertemuan juga membahas konflik di Jalur Gaza, Palestina. Para menteri menyerukan gencatan senjata dan kelancaran bantuan kemanusiaan. Sugiono menyambut baik keputusan Australia untuk mengakui Negara Palestina, yang akan diumumkan dalam Sidang Majelis Umum PBB bulan September.

Menutup rangkaian kunjungan, Sugiono dan Sjafrie melakukan audiensi kehormatan dengan Perdana Menteri (PM) Anthony Albanese. Dalam pertemuan tersebut, keduanya menyampaikan perkembangan positif hubungan bilateral.

Baca juga : Lestari Moerdijat Tekankan Pentingnya Kerja Sama Atasi Dampak Konflik Global

“Hubungan Indonesia dan Australia saat ini berada di titik yang sangat baik. Ini berkat kesamaan kepentingan, kerja proaktif pemerintah, dan dukungan masyarakat di berbagai sektor,” pungkas Sugiono.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.