Dark/Light Mode

Bicara Masa Depan Dunia Di Global Town Hall 2025

PM Anwar Ibrahim: Ayo Berdialog, Kerjasama Untuk Kemanusiaan!

Sabtu, 15 November 2025 21:21 WIB
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.

RM.id  Rakyat Merdeka - Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) kembali jadi tuan rumah panggung diplomasi besar dunia, bersama Global Citizen dan berbagai lembaga internasional, forum Global Town Hall 2025 digelar Sabtu (15/11/2025).

Event ini digelar hanya hitungan hari sebelum G20 Summit dan di tengah panasnya negosiasi iklim COP30 di Belém, Brasil. Ajang edisi ke-6 ini mempertemukan pemimpin negara, aktivis akar rumput, sektor swasta, hingga generasi muda dalam satu gelanggang dialog global.

Baca juga : Tom Haye: Indonesia Datang Ke Australia Untuk Menang

Dari isu iklim hingga geopolitik, forum bertema “The Future We Need” ini mengajak dunia merumuskan masa depan yang lebih adil. FPCI–sebagai komunitas kebijakan luar negeri terbesar di Indonesia —menegaskan pentingnya jembatan dialog antara Timur–Barat serta Utara–Selatan. Dalam forum maraton itu, berbagai tokoh dunia bergantian menyorot tantangan dunia yang makin rumit dari tahun ke tahun.

CEO COP30, Ana Toni, hadir membawa langsung napas perundingan iklim global yang sedang berlangsung. Ia mengingatkan bahwa dunia hanya punya sedikit waktu. “Di COP30, kita mulai meresmikan era baru climate regime. Untuk membuktikan rezim iklim ini berjalan, kita harus mempercepat tindakan, karena kita masih sangat jauh dari target 1,5°C,” ujar Ana, menyebut kondisi saat ini sebagai “uji komitmen global yang sesungguhnya”.

Baca juga : Pesan Menag Di Natal 2024: Sebarkan Cinta Kasih & Semangat Kemanusiaan

Pidato paling ditunggu hadir dari Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang menggarisbawahi urgensi persatuan global. “Masa depan yang kita butuhkan tidak dapat ditulis oleh beberapa orang saja, tetapi harus ditulis bersama oleh semua orang. Kami percaya pada dialog ketimbang perpecahan, kerjasama ketimbang persaingan, dan kemanusiaan ketimbang kekuasaan,” tegas Anwar dalam pidato utamanya.

Dari tuan rumah, Pendiri dan Ketua FPCI, Dr. Dino Patti Djalal, memberi peringatan keras soal melemahnya ketertiban global. Menurutnya, dunia sedang menuju kondisi berbahaya jika dibiarkan meluncur tanpa kontrol.

Baca juga : Pemerintah Korsel Tawarkan Indonesia Kerja Sama Sektor Pertanian

“Tatanan internasional berbasis aturan sedang kehilangan kredibilitas. Aturan-aturan itu tidak berlaku sama untuk semua. Nasionalisme bangkit, tetapi bukan nasionalisme yang sehat, melainkan yang penuh amarah,” kata Dino, menyebut bahwa “kemanusiaan justru mengurang”.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.