Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pidato Di KTT G20
Gibran: Kerja Sama Harus Memberdayakan, Bukan Mendikte
Minggu, 23 November 2025 07:30 WIB
Sebelumnya
“Ini pertama kali saya ke Afrika Selatan,” kata Gibran sambil menyapa satu per satu.
Ada momen menarik: sepanjang acara, Gibran terlihat membuat catatan kecil di kertas—termasuk saat mendengarkan paparan Anindya Bakrie. Setelah acara, Gibran memilih berjalan kaki ke penginapan sambil berbincang santai dengan para menteri.
Tampil Memukau di KTT G20
Di hari kedua di Afrika Selatan, Gibran masuk ke agenda utama ; hadir dan pidato di KTT G20. Dari sekitar 40 pemimpin dunia, Gibran mendapat giliran ke-13, setelah PM India Narendra Modi.
Di pidatonya, Gibran kembali menyampaikan salam Presiden Prabowo dan memuji kepemimpinan Afsel yang sukses membawa G20 ke Afrika untuk pertama kalinya.
Baca juga : Heboh Surat Rais Aam Minta Gus Yahya Mundur, Gus Ipul: Semua Harus Tenang
“Negara berkembang tak lagi jadi penonton, tapi ikut menggerakkan,” kata Gibran.
Ia menekankan pentingnya pertumbuhan global yang adil dan inklusif. Indonesia menyambut fokus G20 pada keuangan berkelanjutan, tapi menilai ambisinya harus lebih jauh: keringanan utang, pembiayaan inovatif, dan transisi hijau yang setara.
Gibran memaparkan komitmen Indonesia: 2,5 miliar dolar AS per tahun untuk UMKM hijau, asuransi pertanian, dan infrastruktur tahan iklim. Ia juga menyoroti QRIS sebagai contoh inovasi pembayaran murah dan inklusif.
Putra sulung Presiden RI ke-7 Jokowi itu mengusulkan agar G20 memulai dialog kecerdasan ekonomi. Sebab, teknologi yang sedang berkembang seperti aset kripto, token digital, hingga Bitcoin dinilai dapat menciptakan peluang sekaligus risiko.
Baca juga : Ikuti Jejak Ahmad Ali, Pentolan NasDem Sultra Hijrah Ke PSI
Indonesia, kata Wapres, percaya bahwa setiap negara berhak memetakan jalur pembangunannya sendiri. Sebab, tidak ada satu model yang cocok untuk semua negara.
“Kerja sama harus memberdayakan, bukan mendikte. Kerja sama harus mengangkat, bukan menciptakan ketergantungan,” tegas Gibran.
Pidato penuh semangat itu, beberapa kali disambut tepuk tangan. Gibran bahkan beberapa kali mengepalkan tangan menegaskan poin penting.
Setelah sesi pertama, Gibran juga pidato di sesi kedua dengan tema pembangunan dunia yang tangguh (resilient world). Gibran bicara soal dunia yang tangguh: kebencanaan, perubahan iklim, transisi energi berkeadilan, dan pangan. Sedangkan di sesi ketiga, ia bicara tentang pekerjaan layak, tata kelola AI, dan mineral kritis—isu yang jadi kepentingan Indonesia.
Baca juga : GKSR Inginkan PT 1 Persen, 8 Parpol Nonparlemen Siap Berjuang Bersama
Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang ikut mendampingi Gibran, menegaskan kuatnya komitmen Indonesia memperdalam kerja sama dengan Afsel. Salah satunya lewat peluncuran Indonesia–South Africa High-Level Business Council (ISA–HLBC).
Menurutnya, perubahan rantai pasok global, persaingan pasar, dan aturan perdagangan internasional menuntut kolaborasi pemerintah–swasta yang lebih erat.
“Ini memperluas kemitraan ekonomi yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berorientasi nilai tambah,” ujar Airlangga. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya