Dark/Light Mode

Dubes Thomas Loidl Ketemu Gubernur Malut, Bidik Kerja Sama Pendidikan Vokasi

Sabtu, 10 Januari 2026 06:31 WIB
Dubes Thomas Loidl (kedua kiri) dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda (tengah) foto bersama di kantor Gubernur Maluku Utara, Rabu (7/1/2026). (Foto Pemprov Malut)
Dubes Thomas Loidl (kedua kiri) dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda (tengah) foto bersama di kantor Gubernur Maluku Utara, Rabu (7/1/2026). (Foto Pemprov Malut)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Austria Untuk Indonesia Thomas Loidl melakukan kunjungan ke Provinsi Maluku Utara (Malut) untuk menggali potensi kerja sama di wilayah tersebut. Dia bertemu sejumlah pejabat dan melakukan pertemuan dengan Gubernur Malut Sherly Tjoanda, Rabu (7/1/2026).

Dubes Austria yang datang bersama Kepala Perwakilan Indonesia untuk Austria Alvin Saadi dijamu makan malam oleh Gubernur Sherly di Kantor Gubernur. Hadir mendampingi Sherly, Sekretaris Daerah Malut Syamsuddin dan Kabid Dinas Pariwisata Kris Syamsuddin

Dubes Loidl diajak menikmati makanan khas Malut, dengan alat makan dari bambu dan tempat minum dari batok kelapa. Pramusaji yang berjalan sambil menggendong saloi di pundaknya menambah kesan unik dan berkesan pada acara ini.

Kedua belah pihak berbincang untuk menjajaki kerja sama bidang vokasi. Dubes Loidl mengatakan, kunjungan ini langkah awal kerja sama vokasi antara Pemerintah Austria dan Pemerintah Malut.

Baca juga : Dubes Achmad Rizal Purnama Jajaki Kerja Sama Industri Pertahanan

"Selain memperkuat SDM yang unggul, juga meningkatkan pendapatan masyarakat Malut. Membekali SDM lokal agar mampu mengoperasikan teknologi terkini guna menghadapi tantangan industri masa depan," ungkapnya.

Austria dikenal memiliki sejarah sistem vokasi selama kurang lebih dari 200 tahun. Sistem vokasi Austria menawarkan konsep link and match untuk memastikan lulusan pendidikan memiliki keterampilan yang sesuai, cocok dengan kebutuhan industri global.

Dubes Loidl mengatakan, nantinya ada pelatihan Intensif. Antara lain pertukangan kayu, teknik mesin, dan teknik pendidikan lainnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat Malut.

Gubernur Sherly mengapresiasi rencana kerja sama tersebut. Berharap, rencana ini bisa segera ditindaklanjuti.

Baca juga : PGN Gagas Dan Renikola Kerja Sama Penyediaan CBG Di Sumut

Sebelum bertemu Gubernur Sherly, rombongan dari Kedubes Austria juga telah menemui Sultan Ternate Hidayatullah Sjah. Dia juga menyambut baik inisiatif ini, mengingat hubungan antara Austria dan Ternate telah terjalin sejak tahun 1621.

Catatan sejarah seorang warga Austria bernama Cornelis, pernah menetap selama 7 tahun di Ternate, menulis menulis buku tentang rempah-rempah menjadi landasan emosional yang mempererat diplomasi kedua pihak.

Sultan Ternate siap memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut.

"Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesiapan regulasi dan sikap proaktif Pemerintah Daerah menindaklanjuti tawaran teknis dari pihak Austria," pungkasnya.

Baca juga : Gerindra Berharap Dana Pendidikan Bisa Fleksibel

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.