Dark/Light Mode

Israel Masih Ganas Serang Pemukiman Gaza

Selama Gencatan Senjata Ratusan Orang Meninggal

Senin, 2 Februari 2026 04:05 WIB
Israel Masih Ganas Serang Pemukiman Gaza Selama Gencatan Senjata Ratusan Orang Meninggal

 Sebelumnya 
Hamas mengecam keras serangan Sabtu itu sebagai “pelanggaran terang-terangan yang kembali terjadi”. Hamas mendesak AS serta negara-negara mediator lainnya untuk menekan Israel agar menghentikan serangan.

“Semua indikator menunjukkan bahwa kita berurusan dengan ‘Dewan Perang,’ bukan ‘Dewan Perdamaian,'” kata Bassem Naim, pejabat senior Hamas, dalam sebuah unggahan di X, sebagaimana dilansir Associated Press.

AS bulan lalu mengumumkan transisi ke fase kedua rencana perdamaian yang bertujuan mendorong demiliterisasi dan rekonstruksi Gaza. Sebuah badan bernama Board of Peace atau Dewan Perdamaian, yang diketuai Presiden AS Donald Trump, dibentuk untuk mengawasi tata kelola transisi wilayah tersebut.

Baca juga : Menlu RI dan 7 Negara Kecam Israel atas Pelanggaran Gencatan Senjata Gaza

Hamas (Harakat al-Muqawama al-Islamiyya) merupakan faksi politik yang berdiri pada 1987 di Jalur Gaza.

Hamas merupakan kelompok bersenjata yang berkonflik dengan Israel sekaligus kekuatan politik dan pemerintahan de facto di Gaza sejak memenangkan pemilu Palestina 2006 dan memerintah di wilayah itu pada 2007

Hamas menentang keberadaan Israel dan menyatakan perjuangannya sebagai perlawanan terhadap pendudukan. Israel, Amerika Serikat, Uni Eropa, dan sejumlah negara lain menetapkan Hamas sebagai organisasi teroris, sementara sebagian dunia Arab dan Palestina melihatnya sebagai gerakan perlawanan.

Baca juga : Kunker Ke Aceh Tamiang, Wapres Pastikan Pemulihan Pascabencana Berjalan Optimal

Militer Israel, yang telah menyerang target di kedua sisi garis pemisah gencatan senjata, mengatakan serangan mereka sejak Oktober merupakan tanggapan atas pelanggaran perjanjian tersebut.

 Dalam pernyataan, mereka menyebut serangan Sabtu menyusul apa yang mereka anggap sebagai pelanggaran gencatan senjata sehari sebelumnya. Ketika itu, tentara Israel menewaskan sedikitnya empat yang mereka tuding kelompok militan, keluar dari terowongan di daerah Rafah yang dikuasai Israel.

 

Baca juga : Amran Ancam Pengusaha Yang Mainkan Harga Sapi

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.