Dark/Light Mode

Lawan AS & Israel, Iran Belum Minta Senjata Ke Rusia

Sabtu, 7 Maret 2026 07:50 WIB
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. (Foto: Reuters)
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. (Foto: Reuters)

 Sebelumnya 
Araghchi juga mengirimkan pesan tegas kepada AS dan Israel. Ia menegaskan Iran tidak takut menghadapi kemungkinan invasi darat dari kedua negara tersebut. 

Menurutnya, militer Iran siap menghadapi agresi darat untuk mempertahankan kedaulatan negara. “Kami tidak takut. Kami menunggu mereka. Kami yakin dapat menghadapi mereka, dan itu akan menjadi bencana besar bagi mereka,” katanya. 

Ia menegaskan, angkatan bersenjata Iran telah mempersiapkan diri untuk berbagai kemungkinan skenario. Araghchi juga menyatakan Iran belum meminta gencatan senjata dan masih mampu melawan serangan AS dan Israel. 

Baca juga : Stok Pangan Melimpah, Pemerintah Tidak Risau

“Pada perang 12 hari pada Juni tahun lalu, Israel yang meminta gencatan senjata setelah kami melawan agresi mereka,” tuturnya. 

Araghchi juga mengaku kecewa terhadap sikap pemerintahan AS yang dinilai berulang kali mengkhianati proses negosiasi. “Kami bernegosiasi dua kali tahun lalu dan tahun ini. Namun di tengah negosiasi, mereka justru menyerang kami,” kecamnya. 

Sementara itu, Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini mengatakan, Iran siap menghadapi perang panjang melawan AS dan Israel. 

Baca juga : Kasus Dugaan Suap Di Bea Cukai, KPK Sita 5 Mobil Operasional

Ia bahkan mengeklaim Iran akan segera memperkenalkan generasi baru persenjataan strategis yang belum pernah digunakan dalam konflik sebelumnya. Menurutnya, serangan balasan Iran sejauh ini baru menggunakan sebagian kecil dari kemampuan persenjataan yang dimiliki negara tersebut. 

“Senjata baru Iran akan segera diperkenalkan. Teknologi ini belum dikerahkan dalam skala besar. Musuh harus bersiap menghadapi serangan menyakitkan pada setiap gelombang operasi berikutnya,” katanya seperti dikutip Press TV. 

Diketahui, perang antara AS dan Israel melawan Iran pecah sejak Sabtu (28/2/2026). Konflik dimulai dengan serangan mendadak AS dan Israel ke sejumlah wilayah di Iran. 

Baca juga : Hari Ini Gelar Musda, Golkar Kalbar Usung Konsep Riang Gembira

Serangan tersebut menargetkan pusat komando, lokasi rudal balistik, kapal perang, kapal selam, serta berbagai fasilitas militer Iran lainnya. 

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone ke wilayah Israel. Teheran juga menargetkan pangkalan militer AS di sejumlah negara Teluk serta Kedutaan Besar AS di kawasan Timur Tengah. 

Hingga kini, aksi saling serang masih berlangsung dan konflik terus meluas di kawasan Timur Tengah. Dampaknya, ribuan orang dilaporkan tewas dan ratusan ribu warga terpaksa mengungsi dari wilayah terdampak. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.