Dark/Light Mode

Trump Tunda Serangan ke Infrastruktur Iran 5 Hari, Ini Alasannya

Senin, 23 Maret 2026 19:56 WIB
Presiden AS Donald Trump (Foto: IG @realdonaldtrump)
Presiden AS Donald Trump (Foto: IG @realdonaldtrump)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan menangguhkan serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari.

Keputusan itu diambil Trump, setelah ia mengklaim AS telah melakukan pembicaraan produktif dengan Iran terkait resolusi perang di Timur Tengah, secara lengkap dan total.

Pembicaraan tersebut, menurutnya, masih akan berlangsung di sepanjang pekan ini. 

Baca juga : Qatar Kecam Keras Serangan Rudal Iran di Kota Industri Ras Laffan

“Saya telah menginstruksikan Departemen Perang untuk menunda setiap dan semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran dalam periode lima hari, tergantung keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung,” tulis Trump via Truth Social, Senin (23/3/2026).

Sebelumnya, Trump mengancam akan menggempur pembangkit listrik Iran, jika negara tersebut tidak membuka Selat Hormuz dalam tempo 48 jam setelah ia meluncurkan peringatan via Truth Social pada Sabtu (21/3/2026) pukul 23.44 waktu setempat. 

Dengan batas waktu 48 jam, Iran punya waktu hingga Senin (23/3/2026) pukul 23.44 waktu Amerika atau Selasa (24/3/3036) pukul 03.14 waktu Teheran.

Baca juga : Iran Serang Infrastruktur Energi Qatar di Ras Laffan, Tak Ada Korban Jiwa

Diancam begitu, Iran tak gentar. Negara pimpinan Ayatollah Mojtaba Khamenei itu mengancam akan melakukan tindakan balasan, jika AS nekat menyerang infrastruktur vital Iran. Serta menutup Selat Hormuz sepenuhnya.

“Semua infrastruktur energi, bahan bakar, sistem teknologi informasi (TI), dan unit desalinasi air milik rezim teroris AS dan Israel, akan menjadi sasaran Angkatan Bersenjata kami," tegas Juru Bicara Markas Pusat Khatam Al Anbiya Iran, Brigadir Jenderal Dua Ebrahim Zolfaghari seperti dikutip Mehr, Minggu (22/3/2026).

Selat Hormuz Tidak Ditutup 

Iran menegaskan, Selat Hormuz tetap terbuka untuk pelayaran internasional. Hanya saja,  banyak kapal memilih menunda melintas, karena kekhawatiran perusahaan asuransi terhadap eskalasi konflik yang dicetuskan AS dan Israel. Bukan Iran. 

“Tidak ada perusahaan asuransi dan tidak ada warga Iran yang akan terpengaruh oleh ancaman tambahan. Cobalah bersikap saling menghormati,” ujar Araghchi via X, Minggu (22/3/2026).

Baca juga : Trump Minta Negara-Negara Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz, Ini Tanggapannya

“Kebebasan navigasi tak mungkin ada tanpa kebebasan perdagangan. Hormati keduanya, atau jangan berharap mendapatkan keduanya,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.