Dark/Light Mode

PM Keir Starmer: Inggris Tak Ikut Blokade Pelabuhan Iran

Senin, 13 April 2026 16:06 WIB
PM Inggris Keir Starmer (Foto: Instagram @keirstarmer)
PM Inggris Keir Starmer (Foto: Instagram @keirstarmer)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer menegaskan, negaranya tidak mendukung blokade pelabuhan Iran yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Starmer bilang, tanggapan Inggris lebih difokuskan pada upaya membuka Selat Hormuz.

"Karena itulah cara kami menurunkan harga energi secepat mungkin," kata Starmer seperti dikutip BBC, Senin (13/4/2026).

Ditanya apakah dia menganggap Presiden AS Donald Trump bertanggung jawab secara pribadi atas dampak pada tagihan energi Inggris, Starmer tidak menjawab secara langsung.

Menurut Starmer, satu-satunya hal terpenting yang dapat dia lakukan adalah menyatukan negara-negara untuk menyerukan de-eskalasi dan untuk pembukaan selat.

Baca juga : Belanda Ditahan Ekuador, Inggris Tumbang Dari jepang

"Iran lah yang menyebabkan pembatasan lalu lintas melalui Teluk. Inggris tidak terseret ke dalam perang," ujarnya.

AS Blokade Pelabuhan Iran 

Pasukan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan penerapan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran, Senin (13/4/2026).

Blokade yang dimulai pukul 10 pagi waktu setempat itu akan diberlakukan secara tidak memihak terhadap kapal-kapal dari semua negara, yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan daerah pesisir Iran. Termasuk, semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman. 

“Pasukan CENTCOM tidak akan menghalangi kebebasan navigasi untuk kapal yang transit di Selat Hormuz, dari dan ke pelabuhan non-Iran,” demikian pengumuman CENTCOM via X.

Baca juga : AFPI Bantah Kartel Bunga Pinjol, Tegaskan Ikuti Arahan OJK

Pemblokiran terhadap semua kapal yang melintasi Selat Hormuz, sebelumnya disampaikan Trump via Truth Social, Minggu (12/4/2026).

“Pada suatu saat, kita akan mencapai kondisi “semua boleh masuk, semua boleh keluar”, tetapi Iran tidak mengizinkan hal itu terjadi hanya dengan mengatakan, “Mungkin ada ranjau di luar sana,” yang tidak diketahui siapa pun selain mereka,” tulis Trump.

Trump menilai, apa yang dilakukan Iran adalah bentuk pemerasan dunia. “Para pemimpin negara, khususnya Amerika Serikat, tidak akan pernah bisa diperas,” cetusnya.

Dalam postingan tersebut, Trump mengaku telah menginstruksikan Angkatan Laut AS untuk mencari dan mencegat setiap kapal di perairan internasional, yang telah membayar pungutan kepada Iran. 

Baca juga : Praperadilan Ditolak, Yaqut Bakal Dipanggil KPK Pekan Ini

“Siapa pun yang membayar pungutan ilegal tidak akan mendapatkan jalur aman di laut lepas. Kami juga akan mulai menghancurkan ranjau yang dipasang Iran di selat tersebut,” ujar Trump.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.