Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tembakan Kagetkan Peserta Jamuan Wartawan Di Gedung Putih
Secret Service Amankan Wapres Dulu, Baru Trump & First Lady
Minggu, 26 April 2026 10:11 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Penembakan guncang acara White House Correspondents' Dinner atau makan malam jurnalis Gedung Putih bersama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Peristiwa itu menyebabkan Trump dan para pejabat lain yang hadir dievakuasi.
Namun komentar sumbang netizen mewarnai insiden di Hotel Hilton Washington DC pada Sabtu (25/4) malam waktu AS itu. Salah satu potongan video insiden itu yang dikomentari netizen merupakan unggahan di Instagram @msnownews.
Tembakan terdengar di luar ballroom utama yang menjadi lokasi acara. Sontak Trump dan First Lady Melania serta tamu lain sembunyi di bawah meja. Keduanya duduk di deretan kursi sisi kiri podium yang lokasinya di atas panggung. Sementara, Wapres AS JD Vance di sisi kanannya.
Pelaku penembakan di acara jamuan makan malam yang diunggah Donald Trump ke media sosialnya.(Foto Truth Social/Donald J. Trump)
Tampak JD Vance diselamatkan sejumlah pria berjas di bawa ke sisi kanan panggung. Tak berselang lama, Trump dan Melani yang di bawah meja juga dibawa sejumlah pria berjas ke sisi kiri panggung. Tak lama kemudian, pasukan berpakaian loreng bersenjata lengkap dan berhelm naik ke panggung.
Baca juga : Gelar Pertemuan Besar Di Gedung Putih, Trump Yakin Perang Gaza Bakal Berakhir
Dilansir CNN, agen Secret Service yang berjaga di lokasi acara terdengar berteriak 'tembakan'. Ballroom yang menjadi lokasi acara langsung dikunci
Orang-orang yang hadir di dalamnya diarahkan untuk sembunyi di bawah meja atau merebahkan tubuh di lantai. Agen secret service langsung berlarian ke arah Trump dan Melania, serta Vance yang ada di atas panggung.
Agen keamanan juga tampak mengevakuasi Ketua DPR AS Mike Johnson, Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Robert F Kennedy dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent. Mereka dibawa ke lokasi aman.
Direktur FBI Kash Patel yang hadir tampak melindungi pacarnya dengan tubuhnya dan menjatuhkan diri ke lantai. Setelah beberapa menit berlalu, agen Secret Service memberi isyarat kepada agen lain di ruangan itu untuk menunjukkan Patel aman dan telah ditemukan.
Baca juga : Secret Service & Delegasi Rusia Susah Dapat Hotel
Uniknya, peristiwa tersebut memicu kecurigaan para netizen. Mereka berkomentar di akun IG @msnownews, peristiwa tersebut seperti suguhan film. Alias rekayasa.
“Rekayasa. Dia melakukan ini setiap kali popularitasnya menurun untuk mencari simpati,” tuding salah satu netizen.
“Palsu sekali. Kapan orang-orang mau menerima kenyataan? Juga, kalau ini nyata, kenapa mereka malah mengamankan Vance duluan...?” timpal yang lain.
Komentar tajam lainnya, “Ini kelihatan seperti tragedi rekayasa lagj Semua demi simpati untuk Trump saat dukungannya sedang jatuh."
Baca juga : Pendukung Harris Nangis Kubu Trump Gelar Pesta
Trump mengadakan konferensi pers usai insiden itu. Berbicara dari Gedung Putih, Trump mengatakan kejadian tersebut bermula ketika seorang pria menyerbu pos pemeriksaan keamanan, bersenjata dengan beberapa senjata.
“Pria itu telah dilumpuhkan beberapa anggota Secret Service yang sangat berani," ucap Presiden ke-45 dan ke-47 AS itu, dilansir CNN, Minggu (26/4/2026).
“Ruangan itu sangat, sangat aman," imbuh Trump, seraya menambahkan, penyerangan terjadi sekitar 50 yard (sekitar 45 meter).
"Sangat jauh dari ruangan," tandas pebisnis real estate itu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya