Dark/Light Mode

Virus Corona Menggila, Trump Mau Perluas Travel Ban Bagi Banyak Negara

Selasa, 31 Maret 2020 11:57 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dampak dari pembatasan perjalanan sudah mulai terlihat. ( Foto AFP)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dampak dari pembatasan perjalanan sudah mulai terlihat. ( Foto AFP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Amerika Serikat kemungkinan akan memperluas larangan perjalanan atau travel ban di tengah upaya menjinakkan Covid-19 dari Sars-CoV-2 dari keluarga virus corona.

Presiden Donald Trump mengatakan travel ban terlebih dahulu memengaruhi Eropa, China, serta beberapa negara lain.

“Kami dapat menambahkan beberapa lagi," kata Trump di Gedung Putih, Senin (30/3).

Baca juga : Pemprov DKI Minta Bus AKAP, AJAP Dan Bus Pariwisata Stop Beroperasi

"Tapi pedomannya akan sangat banyak, bahkan mungkin sedikit sulit. Namun memiliki dampak besar, dampak yang luar biasa,” terang Trump seperti dilansir Strait Times, kemarin. 

 Gedung Putih telah melarang masuk warga non-AS yang bepergian dari China, Iran, Inggris, Irlandia, berikut 26 negara Eropa di Wilayah Schengen. Pemerintah AS juga mencapai kesepakatan dengan pemerintah Kanada dan Meksiko untuk secara signifikan mengurangi perjalanan lintas-perbatasan.

Menurut Trump, para pejabat mulai melihat dampak dari upaya pembatasan perjalanan ini. Pada Minggu (30/3), ia juga mengumumkan imbauan jaga jarak (social distancing) akan diperpanjang hingga 30 April.

Baca juga : Karena Corona, 53 Penerbangan Batal Dari Bandara Internasional Yogyakarta

Sebelumnya, Donald Trump bermaksud mendorong warga kembali beraktivitas normal pada liburan Minggu Paskah, 12 April mendatang. Namun korban akibat infeksi semakin bertambah.

Pemerintahan Trump memperkirakan puncak kematian akibat pandemi corona di AS akan tercapai dalam sekitar dua pekan.

Menurut worldometers.info/coronavirus/ yang dipantau RMco.id pukul 12.25, positif corona mencapai 164.253. Jumlah yang meninggal 3.167. Jumlah yang sembuh 5.507. Yang dirawat 155.579.

Baca juga : Ada Corona, Generali Beri Perlindungan Tambahan Untuk Nasabah

Direktur National Institute for Allergy and Infectious Disease Anthony Fauci memprediksi angka kematian Covid-19 dapat mencapai 200.000 jika upaya untuk membendung pandemi Covid-19 gagal dilakukan. [MEL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.