Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
Tangis para pelayat pecah. Mereka juga meneriakkan pekikan “Matilah Amerika”, “Matilah Israel”, “Matilah Trump”, berulang-ulang. Seruan balas dendam terus bergema sepanjang prosesi. Pemakaman ini diklaim menjadi yang terbesar di Iran sejak wafatnya Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989.
Kementerian Kesehatan Iran, seperti dikutip kantor berita Tasnim, memperkirakan sekitar 15 juta orang mengikuti rangkaian pemakaman. Pemerintah bahkan mendirikan rumah sakit lapangan di sekitar Masjid Agung Imam Khomeini untuk melayani para pelayat.
Setelah disalatkan, rangkaian penghormatan terakhir dijadwalkan berlangsung hingga Kamis (9/7/2026). Prosesi untuk masyarakat umum berlangsung di Teheran pada Minggu (5/7/2026) hingga Senin (6/7/2026). Selama 10 hingga 12 jam, jenazah diarak melewati Jalan Damavand, Lapangan Imam Hussein, Jalan Enqelab, Lapangan Enqelab, Jalan Azadi, Lapangan Azadi hingga Jalan Raya Shahid Lashgari di dekat Bandara Mehrabad.
Baca juga : Argentina Vs Mesir, Messi-Salah Adu Tajam
Selanjutnya, jenazah akan dibawa ke Kota Suci Qom pada Selasa (7/7/2026). Rabu (8/7/2026), penghormatan dilakukan di Baghdad, Najaf dan Karbala, Irak, sebelum akhirnya dimakamkan di kompleks Imam Ali Reza, Kota Mashhad, Kamis (9/7/2026).
Berakhirnya prosesi pemakaman diperkirakan menjadi momentum dimulainya kembali agenda diplomatik antara AS dan Iran.
Saluran berita Al Arabiya melaporkan, Pakistan kembali ditunjuk menjadi tuan rumah putaran negosiasi lanjutan pada Sabtu (11/7/2026). Pembahasan akan difokuskan pada pencabutan sanksi AS terhadap Iran, aset-aset Iran yang masih dibekukan, serta kelanjutan program nuklir Teheran. Jumlah dan komposisi delegasi kedua negara disebut baru akan diputuskan setelah seluruh rangkaian pemakaman Khamenei selesai.
Baca juga : KPK Segera Limpahkan Berkas Korupsi Kuota Haji
Sebelumnya, pada 18 Juni 2026, Iran dan AS telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) untuk mengakhiri konflik di sejumlah kawasan, termasuk Lebanon. Sebagai tindak lanjut, kedua negara menggelar negosiasi teknis di Swiss pada 22 Juni 2026, sehari setelah konsultasi tingkat tinggi dengan mediasi Pakistan dan Qatar.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al-Ansari memastikan seluruh pihak sepakat melanjutkan dialog dalam waktu dekat. Selama prosesi pemakaman berlangsung, Iran juga menutup penuh wilayah udara Teheran.
Laporan Iranian Students’ News Agency (ISNA) menyebutkan, penerbangan di wilayah lain Iran tetap berjalan normal. Penutupan hanya berlaku untuk ruang udara Teheran.
Baca juga : Yusuf Lakaseng: Melawan Putusan Mahkamah Konstitusi
Organisasi Penerbangan Sipil Iran juga menghentikan sementara seluruh penerbangan reguler di Bandara Internasional Mehrabad dan Bandara Internasional Imam Khomeini.
Bandara Mehrabad dijadwalkan kembali beroperasi pada Selasa (7/7/2026).
Sedangkan Bandara Internasional Imam Khomeini masih ditutup hingga pemberitahuan berikutnya. Pemerintah Iran juga memastikan wilayah udara Kota Mashhad beserta operasional Bandara Internasional Shahid Hasheminejad akan ditutup penuh pada Kamis (9/7/2026) untuk pelaksanaan prosesi pemakaman terakhir Khamenei. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya