Dark/Light Mode

Hasil Survei Global Pew Research

Pamor AS Memudar, Pesona China Bersinar

Jumat, 17 Juli 2026 06:10 WIB
Presiden Xi Jinping (kanan) mengajak Presiden Donald Trump berkeliling Taman Zhongnanhai, Beijing, China, 15 Mei 2026. REUTERS/Evan Vucci
Presiden Xi Jinping (kanan) mengajak Presiden Donald Trump berkeliling Taman Zhongnanhai, Beijing, China, 15 Mei 2026. REUTERS/Evan Vucci

RM.id  Rakyat Merdeka - Citra dan pamor Amerika Serikat (AS) di mata dunia terus merosot. Di saat bersamaan, citra China justru membaik. Untuk pertama kalinya selama lebih dari dua dekade, banyak negara memandang Negeri Tirai Bambu secara positif dibandingkan Negeri Paman Sam. Pesona China pun kini makin bersinar.

Pergeseran tersebut tercermin dalam hasil jajak pendapat Pew Research Center yang dirilis Rabu (15/7/2026). China kini memperoleh penilaian lebih positif dibandingkan AS di angka 25 dari 36 negara dan wilayah yang disurvei. Negara-negara itu bahkan mencakup dua tetangga dekat AS, Kanada dan Meksiko.

Survei dilakukan terhadap lebih dari 42.000 responden di 35 negara, serta wilayah Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Margin of error berkisar antara 2,3–5,5 persen, tergantung masing-masing negara.

Tak hanya citra negara, persepsi terhadap pemimpinnya juga berubah. Sebanyak 22 dari 36 negara dan wilayah memberikan penilaian lebih positif kepada Presiden China Xi Jinping dibandingkan Presiden AS Donald Trump.

Associate Director Pew Global Attitudes Research sekaligus salah satu peneliti studi tersebut, Laura Silver, mengatakan, ini pertama kalinya sejak Pew mulai melacak opini publik global sekitar 20 tahun lalu China dipandang lebih positif dibandingkan AS.

Baca juga : Agnes Rahajeng, Bersinar Di Momen Sashing Ceremony

“Pada periode-periode sebelumnya, persepsi terhadap Beijing dan Washington sempat berimbang. Namun belum pernah China unggul secara signifikan seperti saat ini,” kata Silver dikutip dari Bloomberg, Kamis (16/7/2026).

Menurut Silver, membaiknya citra China bukan semata karena perubahan di Beijing. Tetapi juga karena persepsi masyarakat dunia terhadap AS terus memburuk. Kondisi itu menandai pulihnya citra China setelah sempat menyentuh titik terendah selama pandemi Covid-19.

“Memang terdapat kaitan nyata antara pecahnya perang dengan pandangan bahwa AS tidak berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas, serta berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap Donald Trump,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sejumlah kebijakan luar negeri Pemerintah Trump turut memperburuk citra AS di mata dunia. Mulai dari tuntutan Trump untuk menguasai Greenland, operasi militer AS yang menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, hingga kebijakan Washington dalam perang Israel-Hamas di Gaza.

“Dalam beberapa bulan hingga tahun terakhir, AS telah banyak melakukan langkah terkait keterlibatan global yang tidak dipandang secara positif di tingkat internasional,” tuturnya.

Baca juga : APBN Makin Sehat, Purbaya Senang

Hasil survei tersebut disambut positif Kedutaan Besar China di Washington. “Hasil jajak pendapat itu menunjukkan pencapaian tata kelola dan kemajuan pembangunan China diakui secara internasional,” bunyi pernyataan Kedutaan Besar China di Washington DC, Rabu (15/7/2026).

Sementara, Gedung Putih belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait hasil survei tersebut.

Meski citra Washington merosot, enam negara masih memberikan penilaian lebih positif kepada AS dibandingkan China. Yakni Israel, Jepang, India, Korea Selatan, Filipina, dan Polandia.

Israel menjadi negara dengan tingkat dukungan tertinggi terhadap AS. Sekitar delapan dari sepuluh warga Israel memiliki pandangan positif terhadap AS. Dan hanya 19 persen yang berpandangan positif terhadap China.

Namun, laporan Pew mencatat, citra AS di negara-negara tersebut juga terus menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga : Nama Jampidsus Baru Sudah Masuk Istana

Dalam aspek penghormatan terhadap kebebasan pribadi, AS masih unggul atas China. Namun, keunggulan itu terus menyempit karena semakin banyak responden yang menilai Pemerintah AS tidak lagi menghormati kebebasan warganya seperti sebelumnya.

Di bidang kebijakan luar negeri, responden di 17 negara berpenghasilan menengah lebih banyak khawatir terhadap pengaruh AS dibandingkan China. Mereka juga lebih banyak memandang Beijing sebagai mitra yang dapat diandalkan serta berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas dunia.

Survei juga menemukan generasi muda di sebagian besar negara cenderung memiliki pandangan yang lebih positif terhadap China dibandingkan kelompok usia yang lebih tua. Sementara, masyarakat di sejumlah negara Amerika Latin masih terbelah dalam menilai apakah AS atau China merupakan mitra yang lebih dapat diandalkan.

Hasil survei ini menunjukkan persaingan Washington dan Beijing kini tidak hanya berlangsung di bidang ekonomi, perdagangan, teknologi, dan militer. Perebutan kepercayaan publik global juga menjadi arena penting dalam menentukan pengaruh kedua negara adidaya tersebut. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Jumat, 17 Juli 2026 dengan judul "Hasil Survei Global Pew Research Pamor AS Memudar, Pesona China Bersinar"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.