Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Dewa United Vs Bhayangkara FC, Egy MV Cs Bidik Tren Positif
- Malam Ini, Bhayangkara Waspadai Kekuatan Lini Tengah Dewa United
- Garudayaksa FC Vs Persik, Duel Sengit Dua Tim Berambisi Bangkit
- MU Trengginas, Carrick Soroti Transisi dan Pertahanan
- Muenchen, MU dan Como Pesta Gol di Liga Champions 2026/27
Kalau Republik Menang Pemilu Sela
Trump Iming-imingi Kasih Warga Cuan 5.000 Dolar
Jumat, 11 September 2026 06:10 WIB
Sebelumnya
Konvensi dua hari di Dallas, Texas, menunjukkan besarnya ketergantungan Partai Republik terhadap Trump. Hampir seluruh acara berpusat pada sosok Trump.
Ketua Komite Nasional Partai Republik Joe Gruters bahkan secara informal menjuluki konvensi tersebut sebagai Trumpapalooza.
Istilah itu merujuk pada Lollapalooza, festival musik populer di Chicago, Illinois.
Kendati begitu, terlalu mengandalkan Trump sebagai mesin pengumpul dukungan juga menyimpan risiko. Popularitas sang Presiden terus merosot sejak AS melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Kandidat Republik berada dalam posisi sulit. Mereka perlu menjaga jarak dari Trump untuk memperluas daya tarik kepada pemilih moderat. Namun, pada saat bersamaan, mereka juga tidak bisa mengabaikan loyalitas para pendukung Trump.
Baca juga : Yanni Melwani, Pemeran Utama Film Penyandang Disabilitas
Sejumlah politisi Republik bahkan tidak menghadiri konvensi tersebut. Di antaranya anggota DPR Tom Barrett dari Michigan, Senator Dan Sullivan dari Alaska, dan Senator Susan Collins dari Maine.
Berdasarkan jadwal konvensi, setidaknya 16 kandidat yang terlibat dalam persaingan ketat memperebutkan kursi DPR dan Senat, dijadwalkan berpidato bersama Trump.
Demokrat Mulai Unggul
Pemilu Sela kurang dari dua bulan lagi, tapi Partai Republik menghadapi ancaman kehilangan kendali atas setidaknya satu kamar Kongres.
Jajak pendapat menunjukkan pendukung Demokrat lebih termotivasi untuk memberikan suara. Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Trump juga berada di bawah angka yang aman bagi Partai Republik.
Data afiliasi politik triwulanan terbaru Gallup yang dilaporkan Washington Examiner, Selasa (8/9/2026), menunjukkan pemilih independen di AS semakin condong kepada Demokrat.
Baca juga : Ambil Alih Utang Whoosh, Purbaya Bayar Cicilan Rp 1 Triliun Per Tahun
Dalam survei kuartal kedua Gallup, 49 persen responden yang tidak mengidentifikasi diri sebagai Republik maupun Demokrat mengatakan mereka lebih condong kepada Demokrat. Sementara itu, 39 persen lebih condong kepada Republik.
Keunggulan Demokrat di kalangan pemilih independen meningkat empat persen sejak kuartal pertama 2025, ketika Trump kembali ke Gedung Putih untuk masa jabatan keduanya.
Perubahan serupa terlihat di antara pemilih yang secara langsung mengidentifikasi diri dengan salah satu partai. Secara nasional, 31 persen pemilih kini mengidentifikasi diri sebagai Demokrat, naik dari 28 persen ketika Trump mulai menjabat.
Mayoritas pemilih tetap tidak mengidentifikasi diri sebagai Republik maupun Demokrat.
Menurut New York Times, angka tersebut memberikan Demokrat keunggulan terbesar atas Republik sejak 2008.
Baca juga : Keracunan MBG Terjadi di Pati & Tulungagung
Tingkat kepuasan terhadap kinerja Trump turut menurun selama masa jabatan keduanya. Kondisi ini menambah kekhawatiran Partai Republik menjelang pemilu sela.
Survei Gallup menggunakan sampel acak gabungan terhadap lebih dari 3.000 orang dewasa di AS, dengan margin of error 2 persen. DAY
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Jumat, 11 September 2026 dengan judul "Kalau Republik Menang Pemilu Sela, Trump Iming-imingi Kasih Warga Cuan 5.000 Dolar"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya