Dark/Light Mode

Lewati Pemeriksaan Ketat, 398 ABK WNI Dari Miami Tiba di Jakarta

Selasa, 14 April 2020 11:59 WIB
Carnival Cruise Line membatalkan berlayar seluruh kapal pesiar  hingga 26 Juni 2020. (Foto cruisehive.com)
Carnival Cruise Line membatalkan berlayar seluruh kapal pesiar hingga 26 Juni 2020. (Foto cruisehive.com)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ratusan orang anak buah kapal atau ABK WNI dari empat kapal pesiar Amerika Serikat (AS) tiba di Tanah Air setelah melalui pemeriksaan ketat. Mereka berjumlah 398 orang tiba menggunakan pesawat carter Evwlop Airlines, Senin (13/4).

Perincian para ABK: 139 ABK Carnival Horizon, 46 ABK Carnival Paradise, 67 ABK Carnival Senfation, dan 146 ABK Carnival Sunrise. Semua kapal ini milik perusahaan Carnival Cruise Line berbasis di Miami, AS.

"Sejak proses keberangkatan hingga ketibaan para ABK ini telah melalui protokol kesehatan yang ketat. Mereka berangkat dari bandara Miami dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta," pernyataan Kementerian Luar Negeri.

Baca Juga : Banjir Kritikan, Staf Khusus Jokowi Cabut Surat Minta Dukungan Camat

Proses pemeriksaan awal dilakukan sebelum berangkat dari Miami. Para ABK telah melalui proses karantina, tes kesehatan dan tidak memiliki gejala-gejala yang menunjukan mereka terinfeksi Covid-19 (Corona Virus Disease 2019), dari Sars-CoV-2, keluarga virus corona.

Menjelang proses pemulangan, pemerintah melalui sejumlah kantor perwakilan Indonesia di Amerika Serikat terus menjalin komunikasi dengan para ABK untuk memastikan kondisi kesehatan mereka.

Selanjutnya pada saat ketibaan di Bandara Soekarno-Hatta, petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) melaksanakan serangkaian pemeriksaaan kesehatan antara lain mengisi kartu kewaspadaan kesehatan (health alert card), pemeriksaan suhu tubuh (thermo scanner/thermo gun), pemeriksaan oksigen dalam darah, dan wawancara singkat mengenai kondisi kesehatan dan riwayat perjalanan.

Baca Juga : Saudi Senada dengan MUI

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan akan ada pemulangan ABK WNI karena kapal tempat mereka bekerja tidak beroperasi akibat wabah Covid-19.

Menurut Retno, ada 17.769 ABK WNI bekerja di 122 kapal pesiar asing. dan tersebar di seluruh dunia. Namun, dari jumlah tersebut belum tentu semua akan kembali ke Indonesia. 

Perwakilan RI di lokasi kapal-kapal berlabuh tetap berkomunikasi dengan perusahaan tempat para ABK WNI bekerja, meminta agar hak-hak mereka dapat dipenuhi.[MEL]