Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kebut Produksi Vaksin Virus Corona, Inggris Bentuk Satgas Khusus
Senin, 20 April 2020 19:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Inggris telah membentuk Satuan Gugus Tugas untuk percepatan produksi vaksin Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Pengumuman ini dirilis Departemen Bisnis, Energi dan Strategi Industri (BEIS) pada Jumat, 17 April sebagai bagian dari upaya global Inggris dalam menangani wabah virus corona.
Pengembangan dan percepatan produksi vaksin akan didorong Satuan Tugas Vaksin di bawah koordinasi Departemen untuk Bisnis, Energi dan Strategi Industri (Business, Energy and Industrial Strategy- BEIS) yang dipimpin Menteri Alok Sharma.
Satgas diisi ilmuwan. Kepala National Institute of Health Research Chris Whitty dan Sir Patrick Vallance, Chief Scientific Officer. Mereka akan mendukung upaya untuk mengembangkan vaksin secepat mungkin dengan menyediakan sumber daya dan dukungan yang dibutuhkan industri dan lembaga penelitian.
"Kami melakukan berbagai cara untuk menyelamatkan nyawa dan mengalahkan virus ini, termasuk bekerja sama dengan pebisnis, peneliti dan industri untuk menemukan vaksin secepat mungkin," kata Menteri Kesehatan Matt Hancock, dikutip keterangan pers Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, hari ini.
Baca juga : Apindo: Vaksin Virus Corona Belum Ada
"Inggris memimpin dalam pengembangan vaksin, kami adalah kontributor terbesar untuk upaya global dan memastikan kami dapat memproduksi vaksin di Inggris sesegera mungkin," sambung Matt Hancock.
Selain memperkuat kerja sama sektor publik dan swasta, Satgas Vaksin akan berfokus pada beberapa kegiatan antara lain mempersiapkan Inggris sebagai pemimpin dalam pengembangan vaksin.
Pemerintah juga mengumumkan 21 proyek penelitian Virus Corona yang mendapatkan keuntungan dari pendanaan pemerintah senilai 14 juta poundsterling. Termasuk di antaranya satu proyek baru yang dipimpin Universitas Oxford.
Universitas Oxford akan menguji coba sejauh mana efektivitas obat anti malaria untuk mengurangi efek Covid-19 pada orang dalam kelompok risiko tinggi. Begitu juga Imperial College London dan Organisasi Kesehatan Masyarakat Inggris (Public Health England) juga turut mendapat alokasi pendanaan.
Baca juga : Kemenhub Buka Opsi Larangan Mudik Jika Corona Makin Ganas
"Kami mendukung penuh upaya-upaya mereka dalam menyelamatkan dan melindungi kehidupan manusia," kata Alok Sharma.
'Satuan Tugas Vaksin adalah kunci untuk mengkoordinasikan upaya mempercepat pengembangan dan pembuatan vaksin baru yang potensial, sehingga kami dapat memastikan bahwa vaksin tersebut dapat tersedia secepat dan seluas mungkin bagi masyarakat," sambungnya.
Pengumuman ini merupakan bagian dari respons penelitian 25 juta poundsterling, yang diumumkan pada bulan Februari. Putaran pertama proyek diumumkan pada 23 Maret dan putaran kedua proyek diumumkan hari ini. Totalnya ada 27 proyek penelitian yang diberi pendanaan.
Tak hanya itu, ada juga skema program internasional untuk mengembangkan vaksin corona di bawah Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI). Pendanaan di CEPI internasional membantu para ilmuwan dan peneliti, termasuk yang ada di Inggris, untuk terus memimpin upaya global untuk mengembangkan vaksin corona yang bisa diterapkan.
Baca juga : Menteri Ida Setop Izin Baru Untuk Tenaga Kerja Asing
Di antara para penerima pendanaan ini adalah beberapa peneliti Inggris dari Universitas Oxford, universitas Edinburgh, Liverpool, Southampton dan Bristol.
Departemen UK Aid bekerja sama dengan CEPI akan memastikan bahwa setelah vaksin corona ini dikembangkan, vaksin ini dapat tersedia dan terjangkau oleh Layanan Kesehatan Nasional (National Health Service).
“Inggris memiliki beberapa ilmuwan vaksin terbaik di dunia, tetapi kita perlu memperhitungkan seluruh proses pengembangan," kata Chris Whitty.
Satuan Tugas Vaksin akan memastikan Inggris melakukan penelitian pendanaan, seperti undangan pendanaan dari Institusi Nasional Untuk Penelitian Kesehatan/Penelitian dan Inovasi Inggris baru-baru ini, dan memastikan kemampuan manufaktur untuk memberikan vaksinasi Covid-19 secepat mungkin. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya