Dark/Light Mode

Ngejek Pemimpin Hong Kong, Pendemo Anti Pemerintah Kumpul-kumpul Di Mall

Kamis, 14 Mei 2020 11:34 WIB
(SCMP) Wartawan berkerumun mengambil gambar kue ultah pendemo anti pemerintah untuk Carrie Lam, Rabu (13/5).
(SCMP) Wartawan berkerumun mengambil gambar kue ultah pendemo anti pemerintah untuk Carrie Lam, Rabu (13/5).

RM.id  Rakyat Merdeka - Ratusan pendemo anti pemerintah Hong Kong berkumpul di sepuluh pusat perbelanjaan pada Rabu petang (13/5). Mereka membawa foto pemimpin Hong Kong Carrie Lam serta kue tart.

Para pendemo ini tengah 'merayakan' ulang tahun Carrie Lam yang ke 63 dengan mengabaikan anjuran social distancing.

Ratusan orang bermasker berkumpul untuk mengejek aturan menjaga jarak yang diterapkan Hong Kong sejak awal Maret lalu sebagai hadiah untuk Carrie Lam.

"Saya berharap Carrie Lam panjang umur sehingga dia dapat memikul tanggung jawab dari keputusan yang dia buat," ujar salah seorang pengunjuk rasa, Ken (20) dikutip SCMP, Kamis (14/5).

Baca juga : Pengamen, Pemulung dan Pengemis Akan Jadi Prioritas di Bansos Tahap 2

"Kami akan terus melawan. Jika kita tidak mencoba untuk bertarung, mereka hanya akan mencoba untuk menekan kita lebih keras," imbuhya.

Aparat kepolisian, baik yang mengenakan pakaian anti huru hara dan pakaian preman memasuki beberapa mal. Polisi berusaha membubarkan kerumunan orang di mall dengan menyemprotkan cairan merica.

Sayangnya, tidak sedikit massa yang juga mengenakan topi pelindung. Sehingga upaya polisi menyemprot dengan cairan merica pun tidak terlalu efektif membubarkan pendemo anti pemerintah ini.

Demo ini adalah pertanda kerusuhan sosial muncul kembali di Hong Kong karena kota ini telah terbukti relatif berhasil dalam mengatasi virus Corona, setelah mencatat 1.051 kasus positif dan 4 kematian.

Baca juga : Perangi Corona, Korni Minta Pemerintah Perbanyak Pasokan APD

Di mal New Town Plaza di distrik Sha Tin pengunjuk rasa menggantungkan spanduk bertuliskan 'Bebaskan Hong Kong, Revolusi Zaman Kita' dan meneriakkan "Tidak ada perusuh, hanya tirani," dan "Bubarkan polisi Hong Kong."

Di Sha Tin, pengunjuk rasa menempelkan poster dengan wajahnya di jendela kaca yang bertuliskan "Selamat ulang tahun dan segera pergi ke neraka," dan "Karena kamu, banyak yang tidak memiliki Hari Ibu yang bahagia,".

Aturan social distancing yang diberlakukan untuk membantu mengendalikan virus Corona sebagian besar telah menimbulkan protes sejak Januari lalu.

Tetapi setelah bentrok dengan polisi pada akhir pekan lalu di mana 230 ditangkap, demonstran diperkirakan akan meningkat kembali pada musim panas, terutama di tengah kekhawatiran bahwa virus Corona mengganggu masyarakat Internasional, dan berpotensi akan dikawal lebih ketat.

Baca juga : Tolong, Taati Perintah Ulama

Meskipun RUU ekstradisi telah dihapuskan, pengunjuk rasa terus menuntut penyelidikan independen terhadap polisi yang menangani protes tahun lalu. Serta menyuarakan hak pilih universal. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.