Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Chelsea Vs Tottenham Hotspur, Derby Sarat Kepentingan
- Moto3 Australia, Veda Ogah Ngotot Di Phillip Island
- KBRI Paris Minta WNI Waspadai Demo Lanjutan di Prancis: Perhatikan Jam Malam
- Polda Metro Ciduk Dua Tersangka Pengiriman 26 Jeriken Merkuri Ke Burkina Faso
RM.id Rakyat Merdeka - Isu bakal adanya kudeta terhadap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali muncul. Banyak yang menilai isu tersebut hanya untuk menyudutkan para oposisi.
Dilansir dari ahvalnews.com, para pendukung Partai Keadilan dan Pembangunan Turki (AKP) mulai menyerang para tokoh oposisi Erdogan di media sosial setelah munculnya isu. Mereka membuat tagar yang mengancam dan melecehkan para oposisi dan kritikus. Mereka menuding oposisi Turki dituduh menghasut untuk melakukan kudeta
Baca juga : Agnes Amelinda Mulyadi, Doyan Jengkol
Pada 4 Mei lalu, Erdogan menilai, Partai Rakyat Republik (CHP), masih menginginkan kudeta. Dia menegaskan, CHP tidak akan pernah mencapai supremasi di Turki.
Menanggapi pernyataan Erdogan itu, tokoh pro-pemerintah, Sevda Noyan dalam sebuah program TV pada Jum’at(15/5) mengatakan, dia bisa saja mempengaruhi 50 orang dari anggota keluarganya untuk mendukung Erdogan jika terjadi upaya kudeta terhadap Presiden Turki itu.
Baca juga : Berdamai dengan Corona, UIN Bandung Tawarkan Solusi Ini
Pendukung Erdogan lainnya, jurnalis Fatih Tezcan menggemakan sikap serupa pada 11 Mei lalu. Fatih mengatakan, kehidupan perempuan dan anak-anak Turki yang terlibat kudeta akan terancam.
Ribuan pendukung AKP juga mengancam tokoh-tokoh oposisi terkemuka. Mereka termasuk Wali Kota Istanbul, Ekrem Imamoğlu; Pemimpin CHP, Kemal Kılıçdaroğlu; Ketua CHP Istanbul Canan Kaftancıoğlu; Mantan Ketua Partai Demokrasi Rakyat Pro-Kurdi, Figen Yüksekdağ; dan seorang Jurnalis, Nevşin Mengü.
Baca juga : AirAsia Mau Terbang Lagi, Ini 10 Aturan Ketatnya
"Generasi yang beriman sekaligus pendendam. Ini adalah bagian dari masyarakat Turki yang paling tidak bermoral, dan paling kejam," tulis akun @icmihrak. [DIT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya