Dark/Light Mode

Berdamai dengan Corona, UIN Bandung Tawarkan Solusi Ini

Selasa, 12 Mei 2020 23:07 WIB
Tim Riset Kefir UIN Sunan Gunung Djati Bandung. (Foto: Istimewa)
Tim Riset Kefir UIN Sunan Gunung Djati Bandung. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi telah menegaskan, target agar kurva penambahan pasien positif Covid-19 menurun pada Mei 2020 harus bisa dicapai dengan cara apa pun. Di saat yang sama, Presiden juga menyampaikan agar masyarakat mulai berdamai dengan Covid-19. 

Menyikapi imbauan Presiden ini, Tim Riset Kefir UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung menawarkan alternatif agar dapat menjalani new normal life dalam situasi pandemik Covid-19. Selain dengan disiplin mengikuti protokol kesehatan, masyarakat bisa memanfaatkan probiotik kefir susu untuk meningkatkan sistem imun tubuh. 

Baca juga : Berkah Apa Musibah

"Kefir merupakan nutrisi untuk mengoptimalkan imunitas tubuh, sehingga menghasilkan imunitas yang prima. Covid merupakan penyakit yang disebabkan virus. Oleh sebab itu, imunitas tubuh yang prima merupakan hal yang utama dan urgent diperlukan untuk mengatasi serangan Covid-19,” ucap Tim Riset Kefir UIN Bandung, dr Ambar Sulianti, dalam keterannya, Selasa (12/5).

Ambar menambahkan, saat ini, upaya penemuan vaksin Covid masih terus dilakukan. Di saat yang sama, virus juga terus mengalami mutasi. “Para ilmuwan di Litbang Kesehatan RI telah berhasil menguraikan kode genetik 29.000 basa SAR-CoV-2 pada Mei ini. Ternyata, hasilnya virus di Indonesia memiliki perbedaan dari negara lain. Oleh karenanya, sangat penting untuk menjaga agar imunitas tubuh tetap prima," tambahnya.

Baca juga : Redam Konflik, Pengelolaan LIB Baiknya Ditenderkan Pada Pihak Lain

Mengapa probiotik Kefir? Ketua Tim Riset Kefir UIN Bandung, Neneng Windayani, menerangkan, kefir susu dan kefir kolostrum dipilih bukan tanpa alasan. Studi literatur yang dilakukan menggunakan metode systematic review pada jurnal yang terbit pada 2010-2020 menunjukkan, tidak kurang dari 50 karya yang mempublikasikan karakteristik psikokimia, mikrobiologi, dan bioaktivitas kefir susu juga kolostrum baik secara in vitro, in vivo, bahkan beberapa di antaranya telah dilakukan uji klinis. 

“Hasil studi ini menunjukkan kefir susu memiliki manfaat antara lain antialergi, antiinflamasi/peradangan, antikanker, antikonstipasi/sembelit, antidiabetes, antiobesitas/kegemukan, antiinfeksi (bakteri, jamur, virus patogen) dalam dan luar tubuh, memperbaiki fungsi pencernaan, memperbaiki penyerapan gizi, melancarkan aliran darah, mengontrol kadar kolesterol darah, dan meningkatkan imunitas tubuh,” jelasnya. Neneng menambah, tidak kurang dari 50 spesies probiotik telah dilaporkan terdapat dalam grain kefir. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.