Dark/Light Mode

Israel Bantah Punya Andil Ledakin Beirut

Rabu, 5 Agustus 2020 19:11 WIB
Pemandangan Beirut usai dihantam ledakan
Pemandangan Beirut usai dihantam ledakan

RM.id  Rakyat Merdeka - Israel membantah punya andil dalam ledakan yang terjadi di Beirut, Lebanon. Negara Yahudi ini malah menawarkan bantuan kemanusiaan buat Lebanon. 

Ledakan yang terjadi dekat pelabuhan di Beirut, Selasa (4/8) menewaskan lebih dari 100 orang dan melukai 4.000 lainnya. Dampak ledakan ini menghantarkan gelombang yang memecahkan kaca jendela dan mengakibatkan tanah bergetar. 

Pihak berwenang memprediksi korban jiwa akan terus bertambah mengingat petugas masih menyusuri reruntuhan sejumlah gedung yang hancur digoyang ledakan ini. 

Baca juga : Andika Tidak Cemberut Lagi

Kementerian Dalam Negeri Lebanon mengatakan, indikasi awal ledakan disebabkan material berdaya ledak tinggi yang disimpan disimpan di pelabuhan Beirut setahun belakangan. 

Menanggapi hal ini, Israel yang telah berperang beberapa kali dengan Lebanon membantah punya peranan dalam ledakan ini. 

Mereka justru menawarkan bantuan untuk Lebanon. “Israel telah mendekati Lebanon lewat jalur diplomatic dan menawarkan pemerintah Lebanon bantuan medis dan kemanusiaan,” ujar Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz dan Menlu Israel Gabi Ashkenazi dalam keterangan tertulis bersama, Rabu (5/8). 

Baca juga : Babak Belur Wajah Pendidikan

Tawaran ini datang setelah kedua negara terlibat baku tembak antara tentara Israel dengan Hizbullah di utara perbatasan Negeri Yahudi. 

Awal bulan ini, Israel menuding Hizbullah mengirim pasukan bersenjata melewati garis biru demarkasi PBB dan menyebut pemerintah Lebanon bertanggung jawab atas aksi terorisme ini. 

Insiden serupa terjadi beberapa kali beberapa tahun terakhir. Yang paling besar terjadi pada 2006, setelah Hizbullah menewaskan delapan tentara Israel dan menculik dua. Kejadian ini membuat Israel dan Lebanon terlibat perang selama 34 hari. 

Baca juga : Toyota Serahkan Bantuan Penanganan Covid-19 Ke Pemkot Bekasi

Taka da yang menang dan kalah dalam perang ini. Secara teknis, keduanya masih terlibat dalam perang. Lebanon merupakan satu dari 31 anggota PBB yang tidak mengakui keberadaan Israel. [KRS]   


 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.