Dewan Pers

Dark/Light Mode

Babak Belur Wajah Pendidikan

Rabu, 22 Juli 2020 05:01 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Covid-19 bukan lagi soal medis. Bukan sekedar ancaman memapar individu fisik manusia tapi memapar tatanan kehidupan manusia. Daya rusaknya bener-bener menyeluruh ke berbagai bidang terkhusus bidang pendidikan. Hingga saat ini belum ada solusi kebijakan yang zero komplain. 

Mas Menteri Pendidikan Nadiem Makarim yang pada masa-masa awal jadi primadona dan besar harapan tertumpu kepadanya kini sudah mulai luruh. Kebijakan, program dan terobosannya nyaris tak terdengar. Hingga saat ini belum tergambar dengan jelas sesuatu yang extraordinary dari Mas Menteri

Berita Terkait : Politik Dinasti

Mas Menteri sesungguhnya punya riwayat cerdas di atas rata-rata. Gagasan-gagasannya yang out of the box di industri transportasi telah mengangkatnya ke tangga tertinggi kesuksesan. Nah ini sesungguhnya modal dasar yang bisa dikapitalisasi untuk gagasan yang serupa di kementerian yang diembannya. 

Hingga detik ini belum ada panduan yang jelas bagaimana seharusnya memanajemeni dunia pendidikan di era pandemi. Orang tua dan anak-anak taunya cuma opsi daring dan luring. Semua di bawah payung imbauan yang sudah bikin jengan: Learning From Home (LFH). 

Berita Terkait : Bayang-bayang Resesi

Rupanya, praktik LFH ini telah memunculkan masalah baru. Bahkan di masa-masa awal sudah mulai muncul riak-riak permasalahannya. Dari urusan teknis soal keterbatasan jaringan/kuota internet, problem aplikasi, hingga soal manajemen kelas. Anak-anak yang sudah mulai bosan daring sudah punya akal bagaimana bolos tapi tidak dimarahi guru. 

Dimulai sekolah juga persoalan. Kegiatan sekolah yang meniscayakan mobilitas rumah-sekolah peserta didik, utamanya mereka yang bekendraan umum, berpotensi besar tertular dan menularkan. Jadilah sekolah jadi episentrum penularan. Jadi opsi ini pun sama bermasalah. 

Berita Terkait : Menghitung Hari

Terhadap seluruh persoalan di atas maka saatnya Mas Menteri mengambil langkah-langkah out of the box sekali lagi, besar harapan, terjadi keadilan di dunia pendidikan. Bila mas Menteri merasa sudah habis ide dan kata, terbukti tak bisa melakukan transformasi di dunia pendidikan maka sebaiknya menulis surat terbuka untuk Pak Jokowi dan rakyat, isinya minta maaf sedalam-dalamnya dan karenanya pamit mundur.