Dark/Light Mode

Amandemen Konstitusi Ditunda

Demonstran Thailand Ancam Mogok Massal

Sabtu, 26 September 2020 07:53 WIB
Polisi berjaga di depan Gedung Parlemen Thailand, mengantisipasi aksi massa. (Foto: Reuters)
Polisi berjaga di depan Gedung Parlemen Thailand, mengantisipasi aksi massa. (Foto: Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Suhu politik di Thailand berpotensi makin panas ke depan. Sebab, para demonstran penentang pemerintah tengah menyiapkan aksi yang lebih besar untuk memperjuangkan aspirasinya untuk mengamandemen konstitusi negeri Gajah Putih.

Ribuan demonstran di Thailand sedang mutung. Mereka kecewa parlemen memutuskan menunda amandemen konstitusi. mereka menilai anggota dewan hanya mengulur-ngulur waktu. “Mereka tidak tulus memperjuangkan kepentingan rakyat Thailand, kami tidak bisa terima,” kecam salah satu aktivis di luar Gedung Parlemen.

Baca juga : Banjir dan Longsor Landa 6 Kecamatan di Aceh Barat Daya

Para demonstran mengancam akan terus berunjuk rasa jika tuntutan mereka tidak dikabulkan hingga 30 September. ”Rakyat sudah ada di depan parlemen untuk menunjukkan kekuatan. anggota parlemen dan senator harus mendengarkan suara rakyat,” ujar pengunjuk rasa lainnya, Nawat Yamwattana, dikutip Reuters, kemarin.

Perlawanan demonstran tampaknya akan semakin besar. Tak hanya aksi turun ke jalan, Salah satu dari kelompok demonstran, United Front of Thammasat and Demonstration, menyerukan mogok massal pada 14 Oktober.

Baca juga : 73 ASN Kemenpora Dianugerahi Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya

Mereka juga mendesak para pendukungnya untuk menunjukkan solidaritas dengan tidak berdiri selama lagu kebangsaan dinyanyikan dan menyerukan boikot terhadap Siam Commercial Bank PCL, di mana raja adalah pemegang saham terbesar.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.