Dark/Light Mode

Keluar Ruangan Isolasi Trump Emang Bandel

Selasa, 6 Oktober 2020 06:37 WIB
President Donald Trump dari dalam mobil melambaikan tangan, dadah-dadah ke pendukungnya di luar Walter Reed National Military Medical Center in Bethesda, Maryland, Minggu, 4 Oktober 2020. (Foto AP/Anthony Peltier)
President Donald Trump dari dalam mobil melambaikan tangan, dadah-dadah ke pendukungnya di luar Walter Reed National Military Medical Center in Bethesda, Maryland, Minggu, 4 Oktober 2020. (Foto AP/Anthony Peltier)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kelakuan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump bikin geram banyak pihak. Pasalnya, Trump keluar ruangan isolasi dari Rumah Sakit Militer Walter Reed dan menyapa para pendukungnya. Padahal, status Trump masih dalam penyembuhan Corona. Trump emang bandel.

Trump meninggalkan Walter Reed National Military Medical Center, Bethesda, Maryland, Minggu (4/10). Suami Melania ini menyapa pendukungnya dari sebuah SUV. Mengenakan masker, dan duduk di kursi belakang Suburban hitam.

Capres yang diusung Partai Republik ini sebelumnya sempat men-tweet video yang menjanjikan “kunjungan kejutan kecil” ke kerumunan.

“Saya juga berpikir kami sedikit kejutan kepada beberapa patriot hebat yang kami miliki di jalan,” kata Trump dalam video tersebut, yang dipublikasikan beberapa saat sebelum perjalanan itu. 

Berita Terkait : Pakar Kesehatan Bilang Sakit Donald Trump Lebih Parah

Trump berpikir pendukungnya sudah lama menunggunya. Sebab itu, ia ingin memberi kejutan kecil. Setelah putaran singkat, Trump kembali ke kamarnya RS Walter Reed itu. Dia ddirawat di sana pada Jumat (2/10/20), kurang dari 24 jam setelah dia dan ibu negara Melania dinyatakan positif penularan.

“Ini merupakan perjalanan yang sangat menarik. Saya belajar banyak tentang Covid-19. Saya mempelajarinya dengan benar-benar pergi ke sekolah. Ini sekolah yang sebenarnya, ayo baca bukunya,” kata Trump.

Aksi bandel Trump ini mendapat kecaman dari berbagai pihak. Mengingat, Trump yang masih berstatus positif Corona bisa membahayakan orang lain untuk tertular virus. Seorang dokter di rumah sakit Walter Reed Medical Center, James Philips, mengkritik keras iring-iringan mobil Trump karena adanya risiko infeksi di dalam mobil.

“SUV Presiden itu tidak hanya antipeluru, tetapi tertutup rapat terhadap serangan kimiawi. Risiko penularan Covid-19 di dalam sama tingginya dengan di luar prosedur medis,” tulis Phillips di akun Twitter-nya.

Berita Terkait : Trump Tak Mau Dikurung

Dia mengatakan, mereka yang berada di dalam mobil Trump perlu dikarantina selama 14 hari dan berisiko sakit. Philips juga merupakan asisten profesor kedokteran emergensi di George Washington University.

Hal senada juga disampaikan Ketua Departemen Etika Medis dan Kebijakan Kesehatan di Universitas Pennsylvania dan pakar TV reguler yakni Zeke Emanuel. Menurutnya, para agen pengamanan dan masyarakat berisiko tinggi tertular Covid-19.

“Membuat agen Secret Service-nya mengemudi dengan pasien Covid-19, dengan jendela terbuka, membuat me- reka berisiko terinfeksi. Dan untuk apa? Sebuah aksi PR (public relations),” ujarnya.

Senator Brian Schatz, seorang Demokrat Hawaii, menambahkan bahwa dia berdoa untuk kesehatan tim keamanan Dinas Rahasia Trump: “Mereka memahami risiko yang melekat dalam pekerjaan itu, tetapi mereka tidak perlu memikirkan bahwa risiko itu berasal dari pelindung.”

Berita Terkait : Trump Masih Sombong

Namun, Juru Bicara Gedung Putih, Judd Deere menggambarkan perjalanan itu sebagai “perjalanan iring-iringan singkat di menit-menit terakhir untuk melambai kepada para pendukungnya”. Dia juga menyebut, Trump dengan cepat kembali ke kamar rumah sakit.

Deere mengatakan, tindakan pencegahan yang tepat telah diambil sebelum perjalanan untuk melindungi Presiden dan mereka yang mendukungnya. “Gerakan itu diizinkan oleh tim medis karena aman dilakukan,” katanya, kepada Reuters, kemarin. [MEN]