Dark/Light Mode

Malaysia: Krisis Politik Di Tengah Pandemi Hingga Pembungkaman Media

Rabu, 7 Oktober 2020 18:25 WIB
Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin [Foto: thestar.com.my]
Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin [Foto: thestar.com.my]

 Sebelumnya 
Namun Menteri Komunikasi, Saifuddin Abdullah menyebut pemberitaan Al Jazeera tersebut sudah menghina pekerjaan petugas medis yang melakukan pemeriksaan menyeluruh di tengah pandemi. Dia juga menyebut, media luar sebagai orang asing yang tidak paham pekerjaan tim medis.

Masih ada sejumlah contoh tindakan semena-mena polisi Malaysia kepada media. Editor situs web berita kesehatan Malaysia, CodeBlue, Boo Su-Lyn, juga menghadapi interogasi pada Juni atas pemberitaan tentang kebakaran pada 2016 yang menewaskan enam pasien di sebuah rumah sakit di kota Johor Bahru.

Baca juga : Jaga Penjualan Di Tengah Pandemi, Garudafood Luncurkan Produk Anyar

Tak hanya itu, reporter South China Morning Post, Tashny Sukumaran diselidiki oleh polisi pada Mei lalu, atas liputannya tentang penggerebekan terhadap para migran.

Pemerintah Malaysia juga menerima kritik, karena membatasi akses konferensi pers rutin Covid-19 Menteri Keamanan Ismail Sabri Yaakob hanya kepada media pemerintah.

Baca juga : Olahraga Di Rumah Jadi Pilihan Tepat

"Ada ketakutan, sebuah budaya, bahwa anda membatasi siapa yang bisa bertanya. Anda akan menutup mulut mereka yang melawan. Sepertinya ini tidak akan berubah dalam waktu dekat," ujar Trendle. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.