Click Here

Dark/Light Mode

Tingkatkan Latihan Militer, Pasukan China Siap Tempur

Kamis, 15 Oktober 2020 22:07 WIB
Pesawat tempur China lepas landas dari Kapal Induk China, Shandong. [Foto: CCTV/SCMP]
Pesawat tempur China lepas landas dari Kapal Induk China, Shandong. [Foto: CCTV/SCMP]

RM.id  Rakyat Merdeka - Militer China terus bersiaga. Yang terbaru, angkatan laut negara itu melakukan latihan yang semakin meningkatkan ketegangan di kawasan Laut China Selatan. Presiden China, Xi Jinping disebut tengah mendesak militer meningkatkan kesiapan perang dan kemampuan tempur.

Mengutip dari Badan Keamanan Maritim China, Global Times, media yang berafiliasi dengan Pemerintah China menyebutkan, latihan berlangsung di Laut Bohai di timur laut China dari pukul 06.00 pagi hingga 17.00 waktu setempat.

Berita Terkait : Hizbullah: Ogah Tinggalkan Irak, Pasukan AS Bakal Terus Diserang

Tidak jelas, manuver angkatan laut dan perangkat spesifik apa yang terlibat dalam acara sepanjang hari itu. Tapi latihan Bohai adalah bagian dari kegiatan angkatan laut yang lebih besar. September lalu, latihan itu bahkan mencakup latihan tembakan langsung. Saat itu, China melarang semua kapal non militer melintasi wilayah tempat latihan berlangsung.

Sebelumnya pada Selasa (13/10), Xi memeriksa pasukan elit angkatan laut dan marinir China yang ditempatkan di Provinsi Guangdong di selatan. Dia menyerukan peningkatan yang lebih cepat dari kemampuan tempur mereka. “Untuk membentuk pasukan yang kuat, juga pasukan tempur," penjelasan sejumlah media mengutip Xi, seperti dilansir kantor berita Al Jazeera.

Berita Terkait : Ciptaker Seperti Supersemar

Laporan tersebut mengatakan, inspeksi itu sebagai sinyal, bahwa China akan mempercepat persiapannya untuk setiap potensi konflik militer di beberapa wilayah. Termasuk Laut China Selatan dan Taiwan yang disengketakan, yang diklaim oleh China sebagai teritorinya.

Xi juga mendesak pasukan China untuk mempertahankan tingkat kesiapan yang tinggi. Termasuk fokus pada pelatihan yang berorientasi pada kemampuan tempur serta kekuatan. Masih dalam laporan itu, Xi menekankan, tentara China harus cepat menanggapi, dan mampu bertempur dalam kondisi multi-dimensi.
 Selanjutnya