Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dubes Uni Eropa Ajak Indonesia Peduli Perubahan Iklim
Senin, 26 Oktober 2020 14:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Piket bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa meluncurkan Pekan Diplomasi Iklim 2020 secara virtual di Jakarta, Sabtu (24/10).
Acara yang digelar hingga 6 November nanti ini merupakan bagian dari kampanye global, yang mengangkat aksi solidaritas bersama dan kolaborasi positif demi perbaikan iklim di seluruh dunia. Tema Pekan Diplomasi Iklim 2020 di Indonesia adalah “Act Today for Our Tomorrow” atau Beraksi Hari Ini untuk Masa Depan Kita.
Baca juga : Jalani 11 Laga Di Kroasia, Timnas Indonesia Siap Pulang Ke Tanah Air
“Saya mengucapkan selamat atas terlaksananya kegiatan tahunan Pekan Diplomasi Iklim Uni Eropa 2020, di tengah situasi yang sulit ini," ujar Menteri Suharso Monoarfa dalam keterangan tertulisnya, Minggu (25/10).
Pemerintah, jelasnya, meningkatkan komitmen mitigasi perubahan iklim dengan memastikan kebijakan iklim masuk dalam perencanaan pembangunan nasional. “Indonesia telah meluncurkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2020-2024) Hijau pertama, yang memasukkan pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim, sebagai salah satu prioritas nasional kami,” kata Suharso.
Baca juga : Prancis Masih Pandemi, Belajar Bahasa Indonesia Pun Digelar Daring
Pekan Diplomasi Iklim 2020 ini menghadirkan 34 kegiatan yang diharapkan mendorong dialog dan kerja sama dalam mengantisipasi perubahan iklim, berbagi kisah sukses, dan inspirasi untuk melakukan aksi.
Yang jelas, kolaborasi ajang tahunan ini dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dan delapan Kedutaan Besar Negara-negara anggota UE, yaitu Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Polandia, dan Swedia,. Termasuk juga delegasi UE, dan kurang lebih 100 organisasi nirlaba, kelompok pemuda, perwakilan komunitas, sektor swasta, selebriti, dan para pemimpin opini, serta aktivis lingkungan hidup dan pejuang muda iklim.
Baca juga : Dubes Jerman Untuk Indonesia Luncurkan Science Film Festival Ke-11
“Perubahan iklim, ditambah pandemi COVID-19, adalah tantangan yang sangat besar bagi bumi kita. Kelompok pemuda dan masyarakat sipil di seluruh dunia telah berteriak lantang soal perubahan iklim, agar suara mereka terdengar," sambung Duta Besar UE Vincent Piket.
"Mereka menuntut pemerintah, perusahaan-perusahaan dan kita semua untuk beraksi. Tidak diragukan lagi, kita harus segera beraksi sekarang demi masa depan kita,” lanjutnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya