Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dubes Uni Eropa Ajak Indonesia Peduli Perubahan Iklim
Senin, 26 Oktober 2020 14:29 WIB
Sebelumnya
Piket mengatakan, di Eropa, mereka membangun kebijakan yang sangat besar dan komprehensif untuk merespons situasi tersebut. Kebijakan ini disebut European Green Deal yang merupakan peta jalan menuju ekonomi dan masyarakat EU yang betul-betul ramah lingkungan, sirkular, dan netral karbon pada 2050.
Baca juga : Jalani 11 Laga Di Kroasia, Timnas Indonesia Siap Pulang Ke Tanah Air
Kebijakan Green Deal itu sebenarnya ditujukan untuk Eropa. Tapi, mereka juga sadar, bahwa mereka perlu bermitra di seluruh dunia untuk dapat mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan di Perjanjian Iklim Paris atau Paris Agreement.
Baca juga : Prancis Masih Pandemi, Belajar Bahasa Indonesia Pun Digelar Daring
“Inilah mengapa kami bermitra dengan Indonesia, sebagai salah satu mitra terpenting kami, dari perspektif iklim dan global. Kami percaya, terdapat ruang yang sangat besar bagi EU dan Indonesia untuk meningkatkan kerja sama di bidang pemulihan lingkungan hidup dan ekonomi sirkular,” terangnya.
Baca juga : Dubes Jerman Untuk Indonesia Luncurkan Science Film Festival Ke-11
Pekan Diplomasi Iklim 2020 kali ini mengangkat lima persoalan utama perubahan iklim. Yakni hutan, laut, produksi dan konsumsi yang bertanggungjawab, ekonomi hijau, dan aksi iklim di kawasan urban. Kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring dalam bentuk webinar, sesi bincang, dialog, diskusi panel, lokakarya, hingga pemutaran film dan sejumlah kegiatan lainnya. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya