Dark/Light Mode

Dubes Al Busyra Kobarkan Semangat Anak Muda Dari Addis Ababa

Rabu, 28 Oktober 2020 22:37 WIB
Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika Al Busyra Basnur. [Foto: KBRI Addis Ababa]
Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika Al Busyra Basnur. [Foto: KBRI Addis Ababa]

RM.id  Rakyat Merdeka - Semangat dan makna Sumpah Pemuda harus direalisasikan dalam wujud kerja dan karya nyata. Tanpa pamrih. Apalagi mengada-ada.

Demikian disampaikan Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia (RI) untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika, Al Busyra Basnur. Memperingati Hari Sumpah Pemuda, dia secara khusus mengobarkan semangat anak-anak dan pemuda Tanah Air agar belajar, bekerja dan berkarya nyata, demi kemajuan bangsa dan negara.

Berita Terkait : Dari Addis Ababa, Dubes Al Busyra Ajak Pemuda Tingkatkan Jejaring Internasional

“Semangat dan makna Sumpah Pemuda harus jadi fondasi dan energi setiap ayun tangan, langkah kaki serta helaan nafas kita, dalam menapaki perjalanan panjang bangsa yang tentunya penuh dinamika yang terkadang tak terduga,” ujarnya, melalui pesan yang disampaikan melalui video dari Addis Ababa, Rabu (28/10/2020).

Setiap peluang, lanjutnya, pasti mengandung tantangan. Setiap kesempatan pun pasti dihadang kesulitan. Namun, seringkali terjadi, saat tantangan dan kesulitan itu bersinergi dan saling menguatkan, seakan tak bisa ditaklukkan, justru pada saat-saat bersamaan, muncul peluang dan kesempatan. Yang semula mungkin tak terbayangkan.

Berita Terkait : Dubes RI Di Addis Ababa Ngajar Virtual Di UIN Syarif Hidayatullah

“Juga dalam proses pembangunan bangsa dan negara yang kita laksanakan sekarang, pasti terdapat kesulitan dan tantangan sebagai bagian dari dinamika perjuangan kita,” katanya.

Mantan Konsul Jenderal (Konjen) di Houston, Texas, Amerika Serikat (AS) ini juga menyampaikan keprihatinan terkait akses pendidikan, pekerjaan, bahkan hidup layak oleh sebagian masyarakat di berbagai kawasan, terutama di wilayah yang dilanda perang.

Baca Juga : Dicari, Sarjana Kesehatan Masyarakat Untuk Relawan Tracing Covid

Bahkan di beberapa wilayah dunia, lanjutnya, banyak anak, remaja dan pemuda yang mengalami kelaparan dan busung lapar. Tak punya tempat tinggal yang layak, dilanda penyakit dan kematian di luar kewajaran.

“Tak sedikit pula di antara mereka yang hidup di tengah pertaruhan nyawa antara hidup dan mati akibat ancaman bom dan terjangan peluru, di tengah perang yang melanda berbagai kawasan dunia,” paparnya. [RUS]