Dark/Light Mode

Wanita Pertama Jadi Wapres Amerika

Apa Kamala Bisa Ikuti Jejak Mega

Senin, 9 November 2020 06:47 WIB
Wakil Presiden Amerika Serikat terpilih Kamala Harris. (Foto: Net)
Wakil Presiden Amerika Serikat terpilih Kamala Harris. (Foto: Net)

 Sebelumnya 
Di AS, ia senator perempuan kulit hitam kedua yang pernah ada. Kamala kembali mencatatkan rekor baru di dunia politik AS. Dia menjadi wakil presiden pertama di AS dari kalangan perempuan. Tak heran, kalau sekarang Kamala menjadi idola baru Demokrat, juga dunia.

Diberitakan Kantor Berita Prancis AFF, Kamala diprediksi akan menjadikan kursi Wapres sebagai batu loncatan menuju kursi presiden. Pasalnya, Biden yang kini berusia 77 tahun diperkirakan akan menjabat satu periode saja. Sementara di era Biden ini, nama Kamala akan makin bersinar. Dia mendapat panggung untuk merebut hati rakyat dan memuluskan langkahnya sebagai capres AS 2024.

Dalam pidato kemenangam kemarin, Kamala menyiratkan hal tersebut. Kata dia, terpilihnya dia sebagai wapres akan membuka jalan bagi perempuan kulit berwarna untuk menduduki posisi penting di pusat pemerintahan. “Saya adalah wakil presi den perempuan pertama di AS. Tapi saya jelas tak kan jadi yang terakhir,” kata Kamala, disambut sorakan para pendukungnya, di Chase Center.

Kamala membuka pidatonya dengan menceritakan ibunya yang datang dari India ke AS pada usia 18 tahun. Dia bilang, ibunya tentu tak menyangka putrinya akan jadi orang nomor dua di AS. “Tetapi, dia percaya dan begitu yakin bahwa momen seperti ini di amerika bakalan terwujud,” jelas Kamala.

Baca juga : Sukses Di Periode Pertama Jadi Modal Sugianto Sabran Di Pilkada Kalteng

“Saya memikirkan dia... dan saya juga memikirkan generasi perempuan, kulit hitam, putih, asia, Latina yang membuat sejarah membuka jalan bagi kita. Karena setiap gadis kecil yang melihat ini akan percaya bahwa mereka bisa di negeri ini,” sambungnya.

Terkhir, ia mengajak semua wanita AS untuk berani bermimpi. “Bermimpilah dengan ambisi, memimpin dengan yakin dan lihat diri kalian seperti yang tak dilihat orang lain,” tuturnya.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mengatakan, terpilihnya Kamala Harris menjadi wapres AS sebagai peristiwa yang luar biasa. Pasalnya, di AS sulit bagi seorang perempuan berkiprah di politik sampai di pusat pemerintahan. Apalagi berkulit hitam.

Selama ini, kata dia, Presiden dan Wapres selalu didominasi lelaki tua berkulit putih. “Ini sejarah di amerika,” kata Hikmahanto, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka, tadi malam.

Baca juga : Sub Holding Pertamina Jadi Jawaban Pemenuhan Energi Ramah Lingkungan

Rektor Universitas Ahmad Yani ini menyebut, peluang Kamala mencetak sejarah dengan menjadi Presiden sangat terbuka lebar. Mulus tidaknya jalan ke arah sana tergantung dari pemerintahan Biden 4 tahun ke depan. Kalau kebijakan Biden populis dan diterima rakyat, jalan Kamala akan mulus.

Dia menjelaskan, di AS ada swing voters yang jumlahnya besar. Inilah penentu kemenangan pilpres. Suara swing voters ini sangat tergantung pada performa pemerintah. Kalau kinerjanya buruk, pasti akan ditinggalkan. “Sekarang tinggal performa Biden dan Kamala di pemerintahan. Kalau baik bisa terpilih lagi,” ujarnya.

Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Paramadina, Dinna Prapto Raharja menyampaikan hal serupa. Bahkan Dinna yakin, Kamala akan menjadi the next US President setelah Biden. Namun, jalan untuk menuju ke sana tidak lah mudah. Meskipun berstatus sebagai orang nomor 2, Kamala harus terlebih dahulu bisa menaklukkan Demokrat, partai tempatnya bernaung.

Di AS, siapapun yang tertarik menjadi Presiden, perlu melakukan pencalonan diri dan rangkaian kampanye sebelum dapat diangkat oleh partainya sebagai kandidat partai. “Dan itu tidak mudah,” kata Dinna, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Baca juga : Duet Bareng Pertamina, Kemendagri Sosialisasi Pertashop ke Kepala Desa se-Banten

atau, kata dia, bisa saja Kamala jadi presiden jika ada hal yang menimpa Biden. “Jika Biden wafat/mundur, Kamala akan naik menggantikan sebagai Presiden,” pungkasnya.

Jika analisis yang terakhir ini kejadian, maka Kamala bisa seperti Ketum PDIP, Megawati yang naik dari kursi wapres menjadi presiden menggantikan Gus Dur yang dimakzulkan MPR, tahun 2001. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.